Aku Terharu (Curcol)

Yang tidak senang membaca curhatan, tidak usah dibaca……

Iseng mencari curriculum vitae untuk melamar pekerjaan, kutemukan sebuah email lama. Dariku kepada seorang teman tentang usulan nama putrinya yang baru dilahirkan. Sejujurnya dahulu saat mengetahui nama yang dianugerahkan kepada putrinya, ada sebuah rasa jengkel kepada temanku. Aku, saat itu, yang telah melakukan riset kecil untuk mencarikan nama terindah bagi putrinya merasa tidak dihargai. Memang was-was syaithan menguasaiku saat itu. Aku tidak ingin menjelajah lebih jauh tentang nama putri temanku dan mencari berita yang lain, sebuah represi kecemasan atas rasa tidak berhargaku.

Hari ini, entah mengapa Alloh mengizinkanku tahu bahwa usulanku telah digunakannya. Ada rasa bangga, ada berharga, dan ada rasa haru. Seperti aku hendak menangis, haru. Menangisi dzanku kepada teman dahulu. Rasa bahagia karena dihargai dan mungkin rasa bahagia karena aku masih punya teman. Ya Alloh, ampunkanlah dzanku dulu.

Anyway, aku terharu karena usulku diterima dua orang untuk disematkan pada putra dan putri mereka. Aku menjalin nama sebagai doa bagi anak-anak tersebut. Terkadang aku ingin menjadi seperti dewa-dewa di film-film India, mengangkat tangan dan  memberi berkat-berkat indah kepada anak-anak yang kukasihi, berharap masa depan mereka cerah dan mereka termuliakan seperti layaknya Bani Adam. Baru-baru ini temanku melahirkan dan lagi-lagi khayal tentang memberi berkat kepada anak bayi itu muncul. Ckckck, kompleks ketuhanan ini ….

Tapi aku bukan dewa, aku hanyalah manusia biasa. Aku hanya bisa mendoakan agar keselamatan dan kesejahteraan selalu dicurahkan Alloh kepada bayi-bayi mungil yang lahir ke alam donya ini. Dan ketika sesorang meminta usulan nama, aku akan merenungkannya dengan sangat, karena kuyakin nama adalah doa. Dan semoga doaku kepada anak-anak itu diijabah Alloh walaupun aku adalah orang yang hina dina.

Kepada temanku, aku memohon maaf karena dahulu telah berburuk sangka. Kepada dua orang yang menerima usulku, aku berterimakasih. Penerimaan kalian menunjukkan kepercayaan, penerimaan, dan penghargaan. Aku memang butuh itu. Terimakasih karena memenuhi kebutuhanku akan itu. Jazakumullohu….

Aku Terharu (Curcol)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s