“Saya Tidak Dapat Memahaminya”

Itu adalah kalimat pertama yang diucapkan Alan Turing, dalam film Imitation Game, saat menerima kabar kematian orang yang sangat dicintainya, Christopher. Alan mengulangi kalimatnya tersebut 2 kali kalau tidak salah. Dia tidak menangis dan kemudian mengakhiri perbincangan dengan kepala sekolanya tentang kematian Christopher dengan mengatakan bahwa ia tidak begitu mengenal Christopher. Kepala sekolanya, entah tahu atau tidak kebenaran pernyataan Alan, merespon dengan “Baguslah…dst.”

Scene film ini sungguh membuat bulu kuduk saya merinding. Membayangkan seorang anak dalam masa pertumbuhannya mengalami penyiksaan oleh teman-temannya. Ia merasa teman-temannya seluruhnya membencinya. Ia merasa sulit berkomunikasi dengan teman-temannya, mungkin dia ingin, tetapi akhirnya keinginan itu padam karena kesulitannya dan permusuhan teman-temannya. Alan merasa kesepian. Dalam kesepiannya, muncul Christopher muncul dan menolongnya. Tidak hanya dari penyiksaan teman-teman tetapi dari rasa kesendiriannya.

Alan dan Christopher menjalin hubungan bersama. Mereka menghabiskan waktu bersama dan bercakap dalam bahasa yang hanya mereka berdua yang tahu (kode). Perasaan kesendirian Alan menjadi terisi dengan perasaan penuh suka cita saat bersama Christopher. Kehidupan hubungan antar manusia dalam diri Alan hanya dipenuhi dengan Christopher. Saat dalam diri hanya ada gambaran seseorang, itu menjadi cinta. Alan merasa mencintai Christopher.

Kadang, saya merasa bahwa bisa jadi Alan salah mengartikan perasaan dirinya terhadap Christopher. Christopher adalah objek cinta kasih Alan pertama yang penuh di luar ibunya. Alan belum pernah terlihat berhubungan sosial dengan perempuan. Rasa kasih antar sahabat yang sangat dalam diterjemahkannya menjadi rasa cinta. Alan sendiri mengatakan bahwa sulit sekali baginya memahami pesan-pesan dalam bentuk kalimat yang diucapkan lawannya berkomunikasi. Pesan kata-kata saja dirasakan sulit oleh Alan, apalagi pesan berupa perasaan yang tidak berwujud nyata? Mungkin saja, Alan salah mendecripsi pesan perasaannya.

Anyway, Alan merasakan dirinya mencintai Christopher. Saat perasaan itu telah memuncak, Alan merasa sudah saatnya ia mengungkapkan perasaannya kepada Christopher, namun sayang yang ditunggu tidak muncul lagi setelah liburan musim panas.

Dan scene yang saya ceritakan di awal tulisan muncul. Dimulai dari pertanyaan Kepala sekolah tentang kedekatan Alan dengan Christopher. “Dia bukan teman dekat saya” kata Alan. Waktu itu sebenarnya tidak ada alasan Alan untuk menolak Christopher sebagai teman dekatnya, ia belum menerima kabar kematian Christopher, ia tidak diacam apapun oleh Kepala sekolahnya. Lalu mengapa Alan berbohong?

Menzies mengatakan bahwa Alan memiliki rahasia yang lebih dalam dariapada mata-mata terlihai sekalipun. “Kamu dipenuhi rahasia Alan” katanya. Itulah yang menjadikan Alan tidak jujur kepada Kepala sekolah saat ditanya tentang kedekatan hubungannya dengan Christopher. Alan merahasiakan hal tersebut, karena hanya ia dan Christopher yang tahu akan hubungan mereka. Bahkan mereka berkomunikasi secara rahasia.

Kondisi di mana seseorang menyimpan begitu banyak rahasia, bahkan untuk hal yang mungkin dipikirkan orang banyak tidak perlu disimpan, dalam pengalaman saya dibentuk dari kondisi jiwa yang merasa tidak aman terhadap lingkungan. Entah karena trauma, atau pengabaian di masa bayi, menjadikan seseorang menumbuhkan rasa tidak percaya yang mendasar terhadap lingkungan. Lingkungan sekitar dipandang jahat, dipandang tidak aman, dipandang tidak menyenangkan.

Entah bagaimana dengan masa kecil Alan, tetapi jelas digambarkan kekejaman yang dialami Alan yang dilakukan oleh teman-temannya. Kekejaman (baca: bully) yang terus menerus dialami oleh seorang remaja, bagaimanapun juga akan menimbulkan luka dalam jiwanya. Terlebih saat remaja ini tidak mampu melawan. Lama-kelamaan, remaja ini memunculkan perasaan bahwa lingkungan semuanya adalah berbahaya. Ini mungkin saja terjadi pada Alan.

Jauh sebelum penggambaran kekejaman teman-temannya, Alan digambarkan memisahkan kacang-kacangan berwarna hijau dan wortel yang berwarna oranye. Alan mengatakan bahwa keduanya, kacang dan wortel, HARUS dipisah karena warnanya yang berbeda. Saya sendiri, yang tidak begitu normal, menganggap hal ini adalah hal aneh. Saya merasa orang normal tidak akan melakukan itu. Ada sesuatu pada diri Alan yang memunculkan kebiasaan aneh tersebut.

Saya sendiri menerjemahkan itu adalah tanda bahwa sebelum alan dikejami oleh teman-temannya ia sendiri sudah mengalami rasa tidak aman yang mendasar terhadap lingkungan. Kekejaman teman-temannya hanya menambah besar rasa tidak aman tersebut. Alan menjadi mengembangkan benteng terhadap lingkungan. Tidak boleh unsur lingkungan masuk ke dalam bentengnya. Itulah yang memunculkan benteng informasi pada diri Alan. Pertukaran informasi dengan lingkungan memunculkan blend atau masuknya lingkungan dalam benteng Alan dan hal itu ia anggap akan membahayakannya. Alan merahasiakan dirinya dari lingkungan.

Saat menerima berita kematian Christopher, Alan mengatakan “Saya tidak dapat memahaminya”. Apa yang tidak dapat dipahami Alan? Kejadiannya, apa itu kematian? Takdirnya, mengapa Christopher harus mati di saat ia mencintainya? Apa maksud perkataan Kepala sekolah? Saya merasa pertanyaan-pertanyaan ini berkemelut di dalam diri Alan.

Yang paling utama dalam pemikiran saya, saat Alan mengatakan “Saya tidak dapat memahaminya” adalah seperti saat mesin mengucapkan itu. Artinya mesin itu tidak dapat memproses berita itu, berita itu tidak masuk ke dalam mesin, tidak menjadi bagian dari data dalam mesin. Begitu juga dengan Alan. Ia tidak memahami berita kematian Christopher, ia tidak dapat menerima berita kematian Christopher, ia menolak berita itu, berita itu tidak diprosesnya dan tidak akan menjadi bagian dari dirinya. Ia menganggap Christopher masih hidup.

Penolakan Alan terhadap berita itu tergambarkan dengan sangat apik dalam scene peemberitahuan berita kematian Christopher oleh Kepala sekolah. Alan tidak menangis walaupun tergambar di wajahnya kesedihan, kemarahan, ketidakmengertian yang dalam. Tetapi itu ditekannya dan ia menolak semua fakta yang menghubungkan perasaan dalam dirinya dengan Christopher, ia bukan teman, ia tidak bertukar pesan.

Semua informasi itu ditolak oleh Alan karena ia tu hanya akan menghasilkan rasa sakit yang saat itu ia rasa tidak dapat ditanggungnya. Ia menjadi sendiri lagi saat sebelumnya impiannya telah membuncah. Itu seperti kita diangkat ke langit melihat keindahan lalu dihempaskan ke tanah. Jika kita tidak bertahan, kita akan hancur. Dan bertahanlah yang dilakukan Alan, ia bertahan dengan menolak semua fakta yang menghubungnkannya dengan kasihnya akan Christopher. Jika ia tidak mengasihi Christopher tentu ia tidak terbang tinggi, dan jika Christopher tidak mati tentu ia tidak jatuh. Ia hanya berjalan di jalan biasa.

Walau rasa cinta yang berkait dengan ketidakterimaan akan kematian Christopher sudah dikubur dalam-dalam oleh Alan, tetapi tetap saja, itu ada dalam dirinya. Perasaan itu menjadi seperti hantu. Ia ada tetapi diabaikan oleh Alan dan tidak dilihatnya. Ia tidak melihat tetapi perasaan itu ada dalam dirinya, seperti hantu bukan? Alan dihantui oleh perasaan itu. Karena ia tidak melihat perasaan itu di dalam dirinya, hanya dihantui maka ia tidak sadar, banyak kehidupannya yang dipengaruhi perasaan itu.

Perasaan itu, cinta dan ketidakterimaan, sangat besar. Rasa cinta itulah yang memenuhi setiap relung hati Alan di masa remajanya. Rasa yang besar itu memunculkan kekuatan yang besar. Pengaruhnya terhadap kehidupan Alan besar walaupun tidak dilihat Alan. Ini yang disebut Freud kekuatan bahwa sadar yang mengendalikan manusia. Saya rasa, karena rasa cinta itu memenuhi relung hati Alan, maka arahan bawah sadar oleh rasa cinta itu meliputi segenap kehidupan Alan, termasuk passionnya untuk membangun sebuah mesin yang bisa meniru manusia.

Ini adalah manifestasi hasrat Alan untuk menghidupkan kembali Christopher yang bergabung dengan gairah Alan atas ilmu pengetahuan. Ini juga yang menjadi akar keyakinan Alan bahwa manusia dan mesin itu apa bedanya? Itu yang saya pikir. Imitation game bukanlah permainan untuk meniru enigma tetapi permainan Alan untuk membuat imitasi Chirstopher. Wallohu A’lam.

“Saya Tidak Dapat Memahaminya”

Satu pemikiran pada ““Saya Tidak Dapat Memahaminya”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s