Catatan Kontroversi Serial Muhtesem Yuzyil (Abad Kejayaan) II

Berbagai alasan dikemukakan oleh berbagai orang untuk meminta serial Abad Kejayaan dihentikan penayangannya. Saya merasa kesal karena selain saya menggemari serial ini juga alasan penuntutan penghentian penayangannya tidak adekuat. Tidak adekuatnya alasan bisa dilihat di sini.

Ada beberapa alasan saya menggemari serial Abad kejayaan ini, yaitu karena serial tersebut menampilkan visualisasi masa khilafah, unsur informasi sejarahnya, dan artistiknya. Dua hal pertama harus dilihat dari pandangan bahwa serial tersebut bukan merupkan serial documenter. Ketiga hal tersebut dilihat dari pandangan bahwa serial tersebut, sebagaimana tayangan televisi pada umumnya dimaksudkan untuk mencari untung dari produsernya. Setahu saya, produsernya, Taylan bersaudara, tidak pernah menyatakan memaksudkan serial Muhtsem Yuzyil (Abad Kejayaan) sebagai serial dakwah.

Intermezzo sedikit. Dalam buku seorang perempuan keturunan Tionghoa tentang Tionghoa keturunan di Nusantara dan Indocina adalah adanya suatu dunia hilang yang dirindukan. Dunia hilang ini adalah gambaran kehidupan tradisional tionghoa di tanah leluhur yang hanya mereka dengar dari cerita orang tua. Mereka ingin melihat dunia tersebut karena mereka tidak menemukan atau tidak merasakan di kampung yang mereka tinggali sekarang. Orang-orang keturunan Tionghoa tersebut memenuhi gambaran dunia yang hilang tersebut dengan menonton film-film laga mandarin.

Demikian juga dengan saya. Saya mendengar tentang kisah kebesaran sultan-sultan dan khalifah-khalifah Islam. Masa lalu yang tidak bisa kembali tersebut hanya saya tangkap dari kisah-kisah romantik di buku Sejarah Islam. Saya mengalami adanya rasa kebutuhan akan suatu dunia yang hilang, yaitu alam dunia khilafah tersebut. Sayangnya entah kenapa di seni pertunjukan di Indonesia, sangat jarang sekali ditampilkan tentang romantisme zaman sultan-sultan Islam. Yang banyak bertebaran adalah gambaran raja-raja Majapahit, Sriwijaya, atau India, atau Tiongkok, atau Eropa. Kondisi ini menimbulkan kerinduan tersendiri untuk akan visualisasi romantisme sejarah Sultan-Sultan Islam. Perhatikan, romantisme sejarah, bukan aktualisasi konsep ya🙂 . Abad Kejayaan menjadi sedikit pertunjukan yang menyediakan visualisasi romantisme khilafah yang dapat mengobati kerinduan saya tersebut.

Saya pikir, visualisasi kondisi khilafah ini perlu juga bagi orang-orang yang mengelu-elukan khilafah. Visualisasi dapat memperkokoh pemahaman saya tentang khilafah. Selama ini saya hanya mendapat cerita khilafah dan membayangkan kondisinya. Bayangan semata bisa melepaskan gambaran dari realita atau bisa menghilangkan gairah atas tema karena tidak merasakan kehadirannya. Dengan adanya visualisasi kita bisa menyambungkan dunia dalam bayangan kita dengan dunia nyata. Selain itu, gairah dengan tema yang dibayangkan akan semakin kuat karena seeing is believing.

Muhtesem Yuzyil atau Abad Kejayaan menyediakan gambaran atau visualisasi khayalan romantisme sejarah saya tentang sultan atau khalifah. Gambaran tersebut terpampang di hadapan saya sehingga saya semakin percaya tentang eksistensinya. Bayangan saya mewujud ke dunia nyata. Bayangan saya terhubung dengan dunia nyata, menghapuskan jarak antara saya dengan bayangan tersebut sehingga saya dapat lebih menikmati lagi tema yang disajikan. Saya lebih merasakan kenyataannya. Ditambah lagi pemanusiaan gambaran tokoh-tokoh dalam Abad Kejayaan menjadikan gambaran tentang khilafah tidak mengawang-awang lagi dan menjadi membumi.
Kondisi membuminya gambaran khilafah atau sultan Islam menjadikan beberapa orang menjadi tidak senang karena merasa penggambaran yang membumi tersebut tidak sesuai angan-angan mereka yang tinggi tentang khalifah. Muncul gugatan akan akurasi sejarah dalam Abad Kejayaan.

Mengenai informasi sejarah dalam Abad Kejayaan, sebagai penggemar sejarah khususnya Abad Pertengahan dan Sejarah Islam saya merasa informasi sejarah yang disajikan Abad Kejayaan cukup menambah pengetahuan saya tentang sejarah Ottoman di masa Sultan Suleyman Han. Contoh kecil adalah bahwa Valide Sultan atau ibu Sultan Suleyman bernama Ayse Hafsa dan dia berasal dari Crimean Khanate. Itu sesuai sejarah, maka saya bingung kenapa Abad Kejayaan dikatakan mempromosikan distorsi sejarah😦

Selain menambah informasi, penggambaran yang dihadirkan juga menambah penghayatan akan informasi yang diterima dan memberikan gairah untuk lebih mengetahui sejarah Ottoman di masa Sultan Suleyman, termasuk riwayat tokoh-tokohnya. Setelah menonton serial Abad Kejayaan, saya justru terangsang untuk lebih mencari tahu lagi tentang sejarah Ottoman, khususnya di masa Sultan Suleyman. Jadi, saya merasa aneh dengan anggapan bahwa serial Abad Kejayaan ini malah akan membuat orang takut pada Daulah Islam. Pikiran tersebut agak merendahkan kualitas pengambilan keputusan manusia.

Penggambaran yang memuaskan kebutuhan imajenasi, menguatkan pengetahuan, dan merangsang keingintahuan tentulah penggambaran yang bagus dan menarik. Penggambaran dalam Abad Kejayaan memenuhi itu, menarik dan enak dilihat. Kita berterimakasih kepada kreator artistiknya yang telah memberikan tampilan Ottoman masa lalu secara apik dan elegan. Baju dan dandannya elegan, tidak norak. Para penghuni istana terlihat anggun, perhiasannya indah dan mewah. Bangunannya terlihat nyata, bukan stereoform atau kayu yang dicat asal-asalan. Melihat bangunan pernak-perniknya kita cukup yakin bahwa itu adalah Ottoman masa lampau.

Keunggulan artistik Muhtesem Yuzyil tidak hanya pada pada pernak-pernik kehidupannya tetapi juga penggambaran Sultan itu sendiri yang merupakan pencinta seni. Diperlihatkan kemampuanya Sultan untuk merangkai perhiasan indah dan juga kemampuannya berpuisi. Beberapa puisi Sultan Suleyman dengan nama pena Muhibbi. Beberapa puisi Suleyman juga dibaca oleh pemeran Sultan Suleyman dengan penghayatan yang baik.

Musik latar tiap adegan juga indah dan berkualitas. Beberapa di antaranya selalu enak didengar, beberapa di antaranya menusuk di perasaan, beberapa di antaranya membangkitkan perasaan intrik. Tema-tema adegan disajikan secara apik oleh music latarnya.
Seni tampilan adegan dalam Muhtesem Yuzyil juga sangat baik. Kreator seni dapat mengkombinasikan semua unsur dalam serial ini sehingga adegan yang ditampilkan menjadi sangat berkesan. Saya tidak bosan menonton beberapa potongan adegan dari Muhtesem Yuzyil. Yaitu penobatan Suleyman sebagai Sultan, serangan ke Rhodes dan Hungaria/Bodin, pembagian gaji Jenissary, pidato pemberontakan Jenissari, penobatan Mustafa sebagai pangeran, Hayreddin Barbarossa pertama tampil, Hayreddin menghadap Sultan, kematian Ibrahim, pembunuhan Mustafa, Jenissari menandu jenazah Mustafa, kewafatan Sultan, dll (cari di Youtube). Saya harap, serial-serial produksi anak bangsa dapat menampilkan scene-scene yang juga dapat menimbulkan kesan mendalam, tidak melulu close up dan melongo lama-lama.

Semua faktor-faktor tersebut di atas, menjadikan saya berharap sejak mulai mengetahui serial ini beberapa tahun lalu agar serial ini dapat ditonton di Indonesia. Saya sudah bosan dengan sinteron kejar tayang juga acara haha-hihi yang penggarapannya tidak maksimal. Semoga ke depan serial-serial produksi anak negeri dapat menjadi lebih baik, tidak hanya menjadi sekedar tontonan tetapi juga menjadi karya seni yang berkesan. Semoga.

Catatan Kontroversi Serial Muhtesem Yuzyil (Abad Kejayaan) II

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s