Pertanyaan Bodoh Berbuah Tidak Bodoh (II)

Lalu mengapa ibu tersebut dan kakak (atau budhe?)nya dihormati oleh Mbah Dalhar? Dan apa hubungannya dengan NU-Muhammadiyah?

Ternyata Ibu tersebut masih keponakan Nyai Munawwir, isteri pertama Kiyai Munawwir Krapyak yang berasal dari Kauman. Ibu tersebut juga sebenarnya masih bersanak dengan Kiyai Munawwir Krapyak. Karena Mbah Dalhar memuliakan paman si ibu, Kiyai Munawwir, maka ibu tersebut diberikan tempat yang baik. Ini menjawab pertanyaan pertama.

Bagaiman tentang NU-Muhammadiyah? Semua orang yang kenal dunia Islam Indonesia mafhum jika Kiyai Munawwir Krapyak adalah seorang ulama’ yang sangat dihormati dan kaum nahdliyin juga sangat menjunjug beliau. Setahu saya, beliau rahimahullah adalah tokoh NU. Setelah saya cek lebih jauh ke Ibu tersebut, ternyata ibu tersebut masih saudara jauh dengan Kiyai Munawwir dan juga terhitung ponakan dari jalur Nyai Munawwir.

Lalu bagaimana ibu tersebut bisa menjadi anggota Aisyiyah (dan menjadi aktivis di organisasi Muhammadiyah)? Ini yang keren. Ternyata, ayahanda ibu tersebut adalah salah seorang pendiri dari Muhammadiyah. Jadi, Kiyai Munawwir masih bersaudara dengan pendiri Muhammadiyah.

Dan silaturrahmi ibu tersebut beserta kakak (budhe?)nya di hari lebaran ke Mbah Dalhar memperlihatkan bahwa hubungan kekeluargaan tersebut tidak berakhir dengan terbentuknya dua organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut. Dan ternyata hingga sekarang, hubungan kekeluargaan tersebut tidak putus.

Nah, ternyata tokoh Muhammadiyah dan NU saling berhubungan saudara.

Saya sendiri sebenarnya tidak begitu jelas ceritanya. Saat saya mengetik blog ini malah jadi kepikiran, bisa jadi ibu tersebut silaturrahmi ke tempat Mbah Dalhar bersama Nyai Munawwir? Wallohu a’lam. Yang jelas, mereka bersaudara, mereka tetap bersilaturrahmi dan saling menghormati meski beda organisasi.

Jadi, yang bawah-bawah (yang muda dan akar rumput), janganlah suka saling menghinakan. Urusan jidal agama serahkanlah pada para ulama’. Kalo urusan muamalah, yang rukun-rukun saja. Ternyata, pertanyaan bodoh saya menghasilkan cerita yang keren. Alhamdulillah wa huwa a’lam bishshawwab.🙂

*Btw terimakasih kepada ibu aktivis Aisyiyah yang telah memberikan ilmu yang berharga….

Pertanyaan Bodoh Berbuah Tidak Bodoh (II)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s