Curcol Malam Kecemasan: Insekuritas Souza

Malam ini aku cemas karena akan ujian psikoanalisa secara lisan besok. Cemas ini membuatku lari dari psikoanalisa dan malah curcol di blog ini. Lucu, karena kasus yang kutangani adalah orang cemas yang tidak bisa berbuat apa-apa saat kecemasan menyerangnya. Mmm, ternyata kita bercermin saat sedang menangani kasus. Itu karena kita belum selesai dengan masalah kita, masalahku maksudnya. Tetapi kecemasan ini bukan sebab utama menulis di blog ini. Sebenarnya, yah inilah aku yang sering berputar jika menjelaskan, tulisan ini muncul karena aku tidak bisa berkomentar di Facebook. Aku sedang menghilang, seperti para pengemplang dana BLBI (? apa itu aku juga tidak tahu).

Ada banyak hal yang ini aku tuliskan. Betapa, mmm…., sebentar. Kemarin aku menonton filem D’Souza atau itulah namanya, turunan India yang sekolah dan kayaknya telah menjadi American Citizen. Sebenarnya dari namanya itu kayak espanyola, tetapi kenapa ia mengaku dari India? Souza ini membuat filem judulnya Obama 2016. Menurutnya Obama itu memiliki semacam rasa butuh kasih dari ayah yang kemudian menjelma menjadi ia mengcopy pribadi ayahnya ke dalam dirinya. Selanjutnya Obama mengalami transformasi menjadi mengcopy impian atau lebih tepat mimpi ayahnya. Tangkapan saya atas kalimat Souza, copyan impian ayah ini berbahaya karena ayah Obama memiliki impian yang bukan berkulutur Amerika. Dalam istilahnya Souza, founding fathernya bukan Franklin, Jeferson, Washington, ataupun Lincoln.

Souza, dalam penangkapan saya, melihat ide inti ayah Obama yang menurun pada Obama adalah ide anti kolonialis. Anti kolonialisme ini, ngelesnya Souza, bagus tetapi bukan menetang penindasan melainkan kapitalisme, kristianisme, dan saya lupa satu lagi.Menurut Souza, pikiran Obama adalah antitesis (bahasanya agak ilmiah dikit) dari entire western civilizaition. Obama adalah ancaman bagi Amerika, ini pesan yang saya tangkap dari filem Souza ini.

Melihat filem ini saya merasa terganggu. Bukan karena saya pro-Obama, tetapi saya menangkap Souza tidak senang dengan kebijakan Obama yang mendekatkan Amerika ke dunia Islam, tidak melulu membela kepentingan Israel, menghentikan perang yang ditebar Amerika di Timur Tengah. Masalah yang paling mengganggu dari filem ini adalah mencitrakan entire Islamic world as evil and will be a big threat to USA. Digambarkan dalam filem bahwa politik Islam itu melulu MB (Ikhwanul Muslimin) dan politik ini akan menguasai timur tengah. Saat adegan ini, saya terganggu tetapi juga tertawa. Betapa dangkalnya pikiran pembuat filem ini, termasuk Souza yang lulusan Doktor. Iran dalam gambar di”ramalkan” akan masuk dalam kekuasaan politik Islam. Ya, memang sudah dalam kekuasaan, yaitu Syiah, bukan MB sebagaimana gambaran dalam filem. Tunisia digambarkan dikuasai MB, sejak kapan? Entah saya yang gemblung atau Souza. Setahu saya Ennahda ada jalurnya sendiri. Libya juga ada jalurnya sendiri, yang kuat di sana adalah tarekat. Dalam hal memandang fakta-fakta dalam komunitas Islam saja sudah keliru caranya Souza, apalagi caranya memandang kebijakan Obama tentang berhubungan dengan komunitas Islam.

Selain itu, yang membuat saya terganggu adalah Souza merupakan turunan bangsa yang pernah merasakah kolonialisme. Tetapi yang saya tangkap dalam penjelasannya di filem bahwa kolonialisme bangsa kulit putih itu tidak masalah. Seolah Souza hendak mengakatan bahwa kekayaan alam India, Indonesia, Malaysia, dll tidak diangkut oleh imperialis ke negaranya. Bahwa negara-negara Eropa maju hanya karena kerja keras mereka, dan tidak ada andil kerja paksaan orang di jajahan serta tidak ada andil perampokan harta tanah jajahan. Debat tentang hal ini mungkin bisa panjang, tetapi mungkin Boston tea party akan sedikit memberi informasi bagi Souza bahwa tanah leluhurnya punya andil dalam kemerdekaan Amerika.

Sebagai Muslim saya terganggu dengan pandangan Souza tentang muslim. Tetapi yang lebih mengganggu lagi adalah pandangan Souza tentang kolonialisme. Leluhurnya mengalami perampokan dan perendahan oleh kolonialis, tetapi ia malah membela kolonialisme. Bahwa penolakan terhadap kolonialisme adalah hal yang salah😥 Bagaimana bisa dia begitu? Pendidikan baratkah? Yah mungkin saja. Kemungkinan itu ada. Tetapi jujur (ceritanya saya mau self disclosure) yang muncul di pikiran saat saya merasa terganggu dengan sikap pro-kolonialisme Souza ini adalah insecure.

Insecure adalah perasaan tidak aman seseorang. Sebenarnya ini lumrah saja karena bumi adalah tempat yang penuh dengan resiko bahaya. Tetapi, insekuritas seseorang terkadang membawanya melakukan hal yang tidak rasional, tidak perlu, dan bahkan berlebihan. Ini yang sudah berbahaya dan tidak sehat. Ada kemungkinan, bisa jadi, Souza ini juga mengalami insekuritas yang menjadikannya melakukan hal yang berlebihan.

Souza sedang mengalami proses perpisahan dengan akar dirinya di India (anggap saja begitu, karena dia tidak balik-balik lagi setelah merantau). Souza mengalami kecemasan (separation anxiety) karena berakar adalah salah satu kebutuhan dasar manusia menurut seorang ahli psikodinamika. Nah, kecemasan ini bersifat neurotik karena tidak memiliki dasar yang jelas, tetapi hanya perpisahan semata. Kecemasan neurotik inilah yang menjadikan kondisi insekutiras pada Souza.

Souza kemudian melakukan apa saja, untuk mengatasi insekuritasnya, dalam hal ini adalah mencari akar yang baru. Ia menemukan pada Amerika, yang konservatif mungkin karena latar belakangnya. Ia merasa harus membutikan bahwa ia adalah orang Amerika konservatif dan melakukan apa saja untuk disebut konservatif. Menentang Obama, entah bagaimana cara dan prosesnya menjadi citra bahwa dirinya adalah Amerika konservatif. Maka menentang semua ide Obama, termasuk antikolonialisme, adalah Amerika konservatif dan menjadi wajib murokkab, wajib yang sewajib-wajibnya bagi Souza untuk melakukan antagonisme terhadap ide tersebut dengan menjadi pro kolonialisme.

Souza sadar ide pro-kolonialisme adalah salah karena ia dalam ketidaksadaran kolektifnya menyimpan ingatan tentang perasaan terjajah dan terendahkan. Maka Souza mengeles, bahwa kolonialisme yang ditentang Obama adalah anti-kapitalisme, anti-kritstianisme, dan satu hal yang lain. Saya juga mengelas, bahwa kapitalisme tidak selalu bagus (jika mau dianggap bagus) karena para penggiatnyapun mengakui adanya bad capitalism (kayaknya ada bukunya good capitalism, bad capitalism), chistianity dalam teorinya bagus (saya sebagai umat beragama percaya itu) tapi dalam pelaksanaannya di lapangan ada kelirunya juga. Misal Raja Spanyol yang makai dalih agama untuk nyerang Inggris. Menurut saya, itu yang ditentang Obama dan juga pendiri Amerika semuanya. Kolonialisme Inggris di Amerika menjadikan bahkan pemerintahan di Amerika itu warga kelas 2. Kapitalisme yang dibawa penjajah Inggris ke Amerika adalah pemaksaan untuk meraih untung. Dan soal pemanfaatan agama untuk nafsu duniawi sudah tahulah sejarahnya dalam ke-Amerika-an.

Nah, Souza terlihat terlalu gegabah dalam memaksakan gagasannya tentang buruknya antikolonialisme ala Obama. Hal ini menurut saya menjadi bukti utama akan kebutuhan Souza untuk diterima menjadi Amerika konservatif. Kebutuhan yang bersumber dari insekuritas ini juga tergambar dalam berbagai keserampangan lain yang ditampilkannya sepanjang filem.

Begitu serampangannya Zousa menyimpulkan bahwa Obama memiliki suatu mengcopy-an ayahnya. Kenapa serampangan? Penjelasannya begitu pendek, Obama ditinggal Ayah, ia butuh Ayah, Soetoro tidak bisa menggantikan ayahnya (bagaimana bisa? orang cuma beberapa tahun saja :(), Ny, Dunham selalu bercerita hal baik tentang ayahnya, ia berusaha menjadi yang ayah inginkan (mengambil mimpinya) agar bisa memperoleh cinta ayah. Sependek itu. Padahal ini adalah masalah besar, menyangkut afeksi, kognisi, dan konatif. Untuk menelusur suatu dinamika psikolgis manusia saya kira tidak semudah itu. Ferud saja butuh waktu lama memahami kasus-kasus pasiennya.

…. Aduh tulisannya semakin berat dirangkai. Udah ah. Pada intinya saya ingin mengatakan, selama filem berlangsung, saat melihat Souza muncul di fielm saya langsung teringat Mr. Bean, wajahnya hampir mirip menurut saya🙂 Salam damai. Semoga semua makhluk di bumi dan langit mengalami suka cita🙂

Curcol Malam Kecemasan: Insekuritas Souza

Satu pemikiran pada “Curcol Malam Kecemasan: Insekuritas Souza

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s