PRU 13: Ini Kalilah, InsyaAllah. Kekal Kelantan Tawan Putrajaya

Judul tersebut merupakan sebuah selogan dari PAS (Parti Al-Islam Se-Malaysia) dalam pemilihan umum kali ini di Malaysia. Ya, saya orang Indonesia, bukan pengamat politik luar negeri khusunya Malaysia, tahu sistem pemilunya saja tidak. Kata Bung Yusril sih sistemnya distrik. Sumnoggo kersa-ake😀

Yang hendak saya bagi adalah pengalaman Sabtu pagi kemarin (20/4/2013) pagi-pagi saya membuka Facebook dan menemukan halaman Tuan Guru Nik Abdul Aziz, Mursyidul Am Partai PAS dengan sebuah berita: DAP (partai mayoritasnya orang Tionghoa dan berkoalisi dengan PAS dan PKR dalam Pakatan Rakyat) boleh menggunakan logo bulan milik PAS dalam PRU 13 (Pemilihan Umum) kemarin itu. Entah mengapa DAP ini tidak boleh menggunakan logonya di Pemilihan Umum (saya ndak ngerti hukum dan sistem pemilu di Malaysia). Dalam statusnya Tok Guru (Kakek Guru, demikian sapaan akrab Mursyidul Am PAS) menuliskan:

Penggunaan Logo PAS Oleh Calon DAP : Akhirnya Roket Mendarat Di Bulan

 

Saya ingin melahirkan simpati kepada DAP di atas tragedi yang menimpa mereka di saat-saat akhir penamaan calon besok hari. Sudah tentu tidak dapat dibayangkan kesedihan yang melanda ekoran terpaksa mengenepikan lambang rasmi yang telah digunakan zaman berzaman. Isu logo sekalipun mungkin nampak kecil bagi sesetengah pihak, tetapi ia melambangkan maruah dan harga sebuah perjuangan.

Dari sudut yang lain, kesediaan DAP menggunakan logo PAS ini saya sifatkan sebagai detik bersejarah dalam perjuangan PAS semenjak lebih separuh abad ia ditubuhkan. Dalam melayari bahtera politik tanah air, PAS dan DAP sering dilagakan oleh UMNO/Barisan Nasional. Di hadapan bangsa Melayu, pemimpin UMNO menakut-nakutkan mereka dengan bahaya DAP dan begitu juga sebaliknya di hadapan bangsa Cina, mereka digembar-gemburkan dengan imej PAS sebagai taliban, radikal dan sebagainya. Natijahnya, Melayu Islam dan bukan Melayu terus hidup dalam keadaan syak wasangka antara satu sama lain.

Hari ini, benteng tersebut telah runtuh sepenuhnya. DAP tanpa takut-takut lagi telah merobohkan persepsi ini apabila bertindak berani memilih logo PAS untuk bertanding di kawasan-kawasan yang telah diperuntukkan kepada mereka khususnya kawasan yang mempunyai majoriti pengundi Cina. Saya kira, inilah saat di mana perjuangan PAS sudah tidak menjadi kegerunan lagi kepada bangsa Cina. Sekalipun ia masih belum diterima sepenuhnya, namun sedikit demi sedikit ia telah hilang.

Subhanalloh, Tok Guru dalam pernyataan tersebut telah benar-benar menunjukkan sikap keislamannya yang tidak ta’ashhub etnis. Ia menunjukkan dengan terang (menurut saya) syariat Islam yang diperjuangkannya dan PAS bukan semata agar mereka dapat pahala, tetapi karena ingin segenap orang mendapat manfaat dari syariat itu yang ia dan PAS percayai pasti adanya. Jadi perjuangan itu bukan menegakkan syariat Islam tetapi membumikan syariat Islam sehingga setiap orang tahu dan merasakan hikmah syariah.

Yang membuat saya terharu hingga menangis berlinang air mata adalah komentar dari orang-orang Tionghoa yang subhanalloh memuji langkah PAS, Tok Guru dan Tok Guru secara pribadi bahkan banyak juga yang memuji ajaran Islam. 

Saya terharu karena (sebentar, saya terharu lagi), PAS dan Tok Guru tidak pernah membuang agenda melaksanakan syariat Islam dalam agenda partai untuk menunjukkan bahwa mereka bisa menerima bekerjasama dengan orang dari agama lain. PAS tetap menabalkan dirinya PAS dan Tok Guru bahkan menabalkan dirinya dengan identitas keislamannya, mengukuhkan PAS sebagai partai Islam. Para calon wakil rakyatnya semua menggunakan atribut Islam (peci putih dan jilbab), slogannya “membangun bersama Islam” (ada Islamnya), berani berbantahan dengan BN jika diserang tentang hukum hudud, dll. Tetapi komentar-komentar yang muncul di status penjelasan Tok Guru tentang penggunaan lambag PAS untuk calon DAP menunjukkan cukup banyak orang dari agama lain yang boleh menerima pemerintahan PAS atau setidaknya tidak islamosyariatopobio terhadap PAS.

Kalau mau lihat statusnya Tok Guru Mursyid PAS bisa di sini atau di sini yang ada komentarnya (Mau diambilkan gambarnya kelamaan udah mau cabut ini, semoga besok2 masih ada)

Dulu, saya pikir partai yang bertahan dengan identitas keislaman dan perjuangan membumikan syariah Islam tidak akan pernah mendapat simpati dan penerimaan dari orang di luar Islam. Partai Islam (setelah PKS mendeklarasikan sebagai Partai terbuka dengan slogan bersih, juju, profesional-tidak ada embel Islam) dalam pikiran saya harus menjadi partai terbuka dengan ideologi konservatif-demokrat untuk bisa setidaknya diterima di masyarakat non-muslim.

Tapi komentar-komentar di status FB Tok Guru tadi menyadarkan saya bahwa tidak harus Partai Islam itu menunjuk-nunjukkan dia terbuka, menghidari pembahasan hukum hudud, menghidari penggunaan simbol-simbol Islam, agar bisa diterma masayakar. Cukup seperti PAS itu, tetap menjaga keislamannya, menjaga identitas partainya, dan Islam itu dilaksanakan dengan sebenar. Karena ternyata pada intinya “jika kita yakin Islam membawa kebaikan bagi manusia jika diterapkan kenapa kita menghindari identitas keislaman?” “Jika memang Islam itu berbahaya bagi manusia kenapa kita ikuti ajarannya?” Dengan kejelasan identitas juga akan semakin jelas kan apa yang ingin dibawa sebuah partai dalam pemerintahan. Kalau identitas tidak jelas, kesannya masuk pemerintahan hanya untuk harta, tahta, wanita. Padahal seharunya kan tidak demikian.

Saya berharap semoga trend positif PAS ini bisa terus berketerusan. Supaya memperkokoh keyakinan saya tetang memunculkan identitas keislaman dalam sebuah partai yang mencari dukungan masyarakat adalah tidak mungkin. Seperti yang saya dongengkan sejak AK Parti menang di Turki, PKS menjadi partai terbuka, Ennahda dan sayap politik IM di Mesir juga bertindak demikian, keyakinan saya tentang identitas keislaman dalam politik menguap dan tinggal sisa-sisa. Mudah-mudahan pancinya bisa diisi air lagi.

Kalau ini kalilah bisa terwujud, pancinya bisa terisi penuh🙂

Oia, sekalian curhat online: untuk yang menuduh orang yang berpartai agama adalah sesat atau tidak aswaja atau IM saya mau bercerita kalau PAS yang Partai Islam ini adalah mawlidan. Bahkan di Kelate/Kelantan malam pembacaan Barzanji ini jadi acara kenegaraan di Istana Sultan Kelantan dan dihadiri oleh Tok Guru (mursyidul Am) yang Menteri Besar atau Gubernur Kelantan itu.

Mereka PAS ini juga sholawatan, dalam anjuran bagi para saksi pemilunya disebutkan perbanyak dzikir dan SHOLAWAT. Tok Guru (Mursyidnya) menyambut kedatangan Syekh Ash-Shobuni ke Malaysia bahkan diundang berceramah ke Kelantan. Saya yakin mereka menisbatkan diri pada madzhab Sayfi’i. Jadi hati-hati, jika menyesat-nyesatkan orang berpartai Islam juga telah menyesat-nyesatkan PAS yang bermadzhab Syafi’i (agaknya).

PRU 13: Ini Kalilah, InsyaAllah. Kekal Kelantan Tawan Putrajaya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s