Kekaisaran Ottoman (Part 5)

Sudah sampai season ke-5, seperti sebuah sinetron kejar tayang idi TV. Setelah semua kegemilangan yang diraih Yavuz Sultan Selim Han, Ottoman beliau akhirnya wafat dengan tiba-tiba. Tetapi tidak ada kerusuhan ataupun perpecahan antara para pengeran (sehzade) mengenai siapa yang akan menggantikan beliau. Adalah Suleyman yang kemudian diangkat menjadi Sultan baru. Semua pangeran menerima pengangkatan tersebut karena mengetahui kemampuan Suleyman dan kepercayaan ayah mereka, Selim, terhadap Suleyman.

Saat Selim naik tahta dan harus berhadapan dengan saudaranya yang memberontak, Suleyman diangkat menjadi wakilnya di Istanbul saat Selim sedang ke luar kota memimpin pertempuran. Ini mungkin adalah isyarat bahwa Suleyman telah ditunjuk menjadi penerus Selim. Untuk itu, Selim sangat memperhatikan pendidikan Suleyman.

Sejak kecil Suleyman telah diasuh dan didik oleh neneknya, Gulbahar Hatun. Saat berusia 7 tahun beliau berangkat ke Istanbul dan menerima pendidikan dari cendikiawan Karakizoglu Hayrettin Hizir Effendi. Beliau belajar sastra, sejarah, ilmu agama, sains, dan ilmu kemiliteran. Setalah itu beliau mengikuti ayahnya ke Trabazon. Pada usia 15 ia hendak mempraktekkan ilmunya dan meminta untuk dijadikan gubernur. Ia lalu dikirim ke Sarki, lalu ke Karahisar, lalu ke Bolu. Akhirnya ia ditempatkan di Kaffa menjadi gubernur di sana. Saat ia menjadi wakil Sultan Selim Han, beliau kemudian diangkat sebagai gubernur Saruhan yang sekarang dikenal sebagai Manisa.

Sebagian orang menyatakan bahwa Suleyman mengagumi Alexander The Great, yang saat itu dalam tradisi Ottoman dikenal sebagai Iskander. Iskander dikatakan menjadi inspirasinya mengembangkan wilayahnya baik di Asia, Afrika, maupun di Eropa.

Walaupun para pangeran tidak ada yang memberontak, tetapi beberapa panglima militer Ottoman melakukan pemberontakan di awal masa kekuasaan Suleyman. Menurut saya ini bagus, menguji apakah Sultan yang baru ini kompeten atau tidak. Ternyata Sultan yang baru ini kompeten dan dengan didukung kekuatan dasar kekaisaran yang telah dibangun ayahnya, Selim, maka pemberontakan tersebut tidak mampu menggoyahkan tahta Suleyman.

Pemberontakan dilakukan oleh gubernur Damaskus (wilayah kekuasaannya hingga ke Mesir), Canbirdi Gazeli, yang mencoba membangkitkan kembali kekuasaan Mameluk. Pemberontakan ini dikalahkan oleh Sehsuvaroglu Ali Bey pada Januari 1521. Setelah pemberontakan dipadamkan, Suleyman mulai mengarahkan perhatiannya pada Eropa. Tepatnya Hungaria yang menjadi lawan utama Ottoman di tanah Eropa. Dan kedua negeri ini sejak masa Fatih Sultan Mehmed belum mencapai perjanjian damai. Bahkan beberapa kali berkonflik. Ditambah lagi, Hungaria membunuh diplomat Ottoman yang dikirimkan Suleyman kepadanya.

Segera pasukan diarahkan ke Belgrade yang gagal ditaklukkan Fatih Sultan Mehmed. Pada Agustus 1521 Belgrade berhasil ditaklukkan setelah dikepung dengan kapal-kapal di Sungai Danube. Bali Pasha kemudian ditahbiskan menjadi Penjaga Belgrade. Jalan ke Eropa telah terbentang. Namun Suleyman mengarahkan perhatiannya pada Knight Hospitaller di Rhodes yang aktivitasnya sering mengganggu kepentingan Ottoman di Laut Tengah (Mediterania). Dengan 400 kapal dan 100.000 pasukan Suleyman melakukan pengepungan terhadap Rhodes, yaitu mengepung pulau tersebut. Pada 1522 Rhodes berhasil ditaklukkan dan Knight Hospitaller diizinkan mengungsi, mereka mengungsi ke Malta.

Hubungan dengan Hungaria memburuk dan sebagai konsekuensi aliansi Ottoman dan Prancis, Suleyman mempersiapkan pasukan kembali ke arah Eropa. Bertemulah kedua pasukan di Mohacs yang berakhir dengan kekalahan pasukan Louis II of Hungary and Bohemia, Raja Hungaria pada 1526.

Sumber: Wikipedia, 700Osmanli, The Ottomans, dll

Kekaisaran Ottoman (Part 5)

6 pemikiran pada “Kekaisaran Ottoman (Part 5)

  1. arif berkata:

    Suleyman Qanuni memiliki saudara yang telah meninggal sebelum selim Wafat sehingga Suleyman tidak harus berjuang untuk tahta. dalam hal kematian saudaranya maka Suleyman menjadi putra tunggal Selim I dan secara otomatis satu satunya ahli waris tahta Utsmaniyyah(karena seluruh keturunan Utsmaniyah yang ada dijalur pewaris tahta telah ditumpas Selim I secara otomatis meninggalkan Suleyman sebagai satu satunya lelaki yang masih hidup dari keluarga Utsmani.)
    Suleyman I naik tahta tanpa ada pesaing. tidak seperti ayahnya atau kakeknya yang harus bersaing menuju Tahta. Pemberontakan yang terjadi bukan untuk mendongkel Suleyman dari tahta tapi bermotif separatisme.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s