Ardha: Seni Musik dari Saudi

Berawal dari keisengan saya mencari video prosesi pemahkotaan (coronation) His Majesty The King Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud Khadimul Haramain, saya malah menemukan sebuah seni lagu dan tari tradisional dari Jazirah Arab, tepatnya dari Saudi. Seni tradisional tersebut dinamakan العرضة (bahasa Arab, baca: al’ardhah). Tetapi untuk alih bahasa ke Bahasa Indonesia akan saya sebut sebagai Ardha saja, sesuai dengan ejaan Englisnya yang saya temukan di Wikipedia.

Ardha menurut Urkenvich (2007) adalah sebuah seni musik sekaligus tari tradisional dari Jazirah Arab, tepatnya dari daerah Najd atau Nejed. Najd merupakan daerah yang meliputi daerah Hijaz atau Hejadz di Barat, Yaman di Timur (Yaman sebagai nama geografis bukan entitas politik), wilayah sejarah Bahrain di Timur dan daerah Mesopotamia di Utara.

Raja dari daerah ini yaitu Banu Saud berhasil menguasai sebagian besar Jazirah Arab sehingga tersebarlah kebudayaan Ardha di Jazirah Arab khusunya di negara-negara Teluk yang sangat dipengaruhi Saudi seperti Bahrain, Kuwait, (UEA), dan Qatar. Maka Ardha menjadi semacam kebudayaan Jazirah Arab.

Ardha sebagai musik dan tarian bisa tetap hidup di Kerajaan Saudi Arabia walaupun negara ini dikuasai faham Salafiyah (disebut orang Wahabiyah) yang keras terhadap hukum musik. Hal ini karena Ardha pada dasarnya lebih bersifat militer, yaitu pembangkit semangat daripada hiburan (tetapi semakin ke mari, ardha semakin bergeser menjadi seni dan hiburan). Kedua, ardha identik dengan keluarga kerajaan dan para pangerannya (Urkenvich, 2007).

Salah satu Ardha yang terkenal adalah  نحمد الله جات علي ما تمني. Ardha ini juga dikenal sebagai Ardha as-Su’udiyyah. Atau Ardha Keluarga/Keturunan As-Su’ud. Berikut adalah penyajian Ardha klasik نحمد الله جات علي ما تمني ini yang tariannya dilakukan oleh Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa dengan Khadimul Haramain Raja Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud.

[http://www.youtube.com/watch?v=ZXosOWC8lnc&gl=AE]

ini adalah syair dari ardha tersebut…

نحمد الله جت على ماتمنى ** من ولي العرش جزل الوهايب
خبر اللي طامع في وطنا ** دونها نثني الى جت طلايب
واجد اللي قبلكم قد تمنى ** حربنا لي راح عايف وتايب
ياهابيل الراي وين انت وانا ** تحسب ان الحرب نهب القرايب
لي مشى البيرق فزيزومه انا ** حن هل العادات واهل الحرايب
كان مانجهل على اللي جهلنا ** ما سكنا الدار يوم الجلايب
ديرة الاسلام حامينه انا ** قاصرين دونها كل شارب

BTW, jika melihat video tersebut ngeri juga. Posisi Sultan di tarian Ardha sangat rentan karena dia dikelilingi orang-orang berpedang. Artinya jika ada orang yang tidak suka kepadanya dalam tarian tersebut bisa saja menyerangnya…, heuheuheu

Sumber: Wikipedia, Youtube, makalah Ardha, dan Darmm.com

Ardha: Seni Musik dari Saudi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s