Vangelis – Mythodea

Satu lagi komposer yang musiknya cukup saya senangi, yaitu Vangelis. Saya suka Vangelis dari musiknya, Conquer of Paradise. Kemudian saya menemukan satu karyanya lagi, sebuah album berjudul Mythodea. Saya tidak tertarik mendengarkan album tersebut karena saat saya meminja album terebut dari teman saya dan saya coba dengarkan, agaknya isinya kurang menarik. Teman saya tersebut kemudian membagi video konser Mythodea yang dilaksanakan 2001 yang lalu di Kuil Dewa Zeus, Yunani (Olympian Zeus Temple). Melihat konser tersebut saya takjub dan menjadi menyenangi Mythodea ini, yaitu lagu Movement 1 dan Movement 11.

Di dua komposisi tersebut, nuansa sakral dan semangatnya sangat terasa, seolah kita sedang mau berangkat perang. Di sisi lain, pikiran saya agak terusik saat menonton video konser yang diberikan teman saya tersebut. Nuansa Yunani kuno sangat terasa, dan saya merasa nuansa magisnya juga merujuk ke kesakralan Yunani kuno, pada dewa, olympus, dan para kesatria Yunani yang berani (bahkan terhadap dewanya sendiri).

Saat saya mencoba mensearch di google tentang Mythodea ini, memang sangat terlihat hubungan album ini dengan kebudayaan Yunani kuno. Album ini berasal dari konser Vangelis di tahun 1993. Kemudian pada 2001 sebuah perusahaan rekaman menawarkan Vangelis untuk merekam lagu-lagu menjadi sebuah album, Mythodea. Vangelis setuju dan kemudian lagu ini juga menjadi musik resmi misi NASA menerbangkan 2001 Mars Odyssey.

Penamaan 2001 Mars Odyssey sendiri diambil dari sebuah filem epic di tahun 1986 dengan judul 2001: Mars Odyssey. Penjudulan filem tersebut, menurut Kubrick si pembuat filem diinspirasi oleh epic Odyssey yang ditulis Homer, seorang cendikiawan Yunani kuno. Menurut Kubrick keadaannya sama dengan kita, jika Odysseus menjelajah laut maka kita menjelajah angkasa.

Odysseus sebenarnya adalah tokoh mitologi Yunani dan Odyssey adalah epik yang menceritakan perjalanan Odysseus pulang dari Perang Troya ke kerajaannya di Itacha. Saya kira dari judul epik itu pula bahasa Inggris dan Yunani, “odyssey” berasal yang berarti pengembaraan jauh. Atau bisa sebaliknya bahwa judul dan nama sang hero diambil dari kosa kata Yunani kuno, entahlah.

Kembali ke Mythodea, menurut Vangelis sendiri, judul album ini merupakan gabungan dua ata Myth dan Ode, yang menurut Vengelis adalah usaha eksplorasinya tentang misteri penciptaan, asal muasal manusia ini. Yang membuat saya berfikiran tentang Yunani kuno yang saya kira ada hubungannya dengan musik Mythodea ini bukan asal nama Mythodea tersebut ataupun kisah persamaan 2001: Mars Odyssey dengan Odysseus. Tetapi entahlah, jika melihat video konsert Mythodea 2001 di Kuil Zeus pikiran saya melayang ke sebuah cerita tentang seorang manusia yang sngat yakin akan kekuatan dirinya, ia bisa mencapai apa saja yang diinginkannya, bahkan ia bisa bertarung dengan tuhan/dewa, cerita yang agaknya mirip sekali dengan Odysseus.

Cerita ini juga menjadi keyakinan berbagai kalangan manusia, yang kemudian sangat percaya dengan kemampuan dan kekuatan mereka bisa mengubah takdir yang ada dan menentang tuhan/dewa. Orang-orang tersebut ada yang meyakini bahwa manusia adalah sentral takdinya sendiri, ini yang disebut humanis, mengutamakan manusia, antroposentris. Ada juga yang bahkan berkeyakinan bahwa manusia ini nanti akan berevolusi menjadi tuhan (coba baca penutup buku Authentic Happiness). Nah, keyakinan-keyakinan semacam ini sesungguhnya bermula dari Yunani Kuna sana, secara mereka adalah peradaban yang lebih tua dari berbagai peradaban. Ini terlihat dalam berbagai kisah hero mereka, termasuk Odysseus yang berdebat dengan dewanya.

Keyakinan manusia sebagai tuan atas takdir dirinya dan sentral segala sesuatu ini agaknya merupakan agama di zaman modern ini. Peran Tuhan akan digeser oleh manusia itu sendiri. Dan gosip yang beredar, Freemansory yang digosipkan menguasai abad ini juga berkeyakinan demikian. Mereka meyakini Tuhan itu ada, tetapi hanya mencipta, melihat, dan sesekali campur tangan. Tetapi manusia tetap bisa melawan tuhan itu dan menentukan takdirnya sendiri. Saya tegaskan ini teori dan saya belum punya bukti atas itu kecuali bacaan (coba baca buku Harun Yahya tentang Freemansonry).

Jika benar Freemansorny dengan keyakinan tuhan Pagan-nya yang menguasai peradaban dunia, maka bisa dikatakan 2001: Mars Odyssey-nya NASA adalah upaya untuk menaklukkan alam ini. Hal ini bisa dipandang sebagai penghujatan terhadap tuhan bahwa manusia ingin menentang takdir-nya. Tetapi sebearnya tidak juga, karena keyakinan mereka bahwa mereka berkuasa atas diri mereka sendiri dan ini usaha penaklukkan alam, bukan tuhan.

Ah jadi ngelantur ke mana-mana. Yang jelas bahwa jika memang 2001: Mars Odyssey ini adalah upaya penaklukkan alam, saya merasa konser Mythodea di Kuil Zeus di Yunani ini memiliki dua alternatif makna: (1) Doa kepada Tuhan, yaitu tuhan pagan agar dewa-dewa tidak mengganggu misi ini. (2) atau bisa juga merupakan celebration atas usaha manusia mengalahkan dewa, seperti dalam epik-epik Yunani kuna.

Hubungan dengan Yunani kuna ini bisa juga dilihat dari lirik Mythodea yang dibuat menggunakan Bahasa Yunani Kuna. Tapi penggunaan Bahasa Yunani Kuna ini bisa jadi disebabkan Vangelis ingin mengenang kejayaan Yunani masa lalu, secara dia orang Yunani. Tapi soal lirik ini memang memicu kontroversi. Sebagian orang melihat bahwa lirik lagu ini merupakan pemujaan terhadap dewa-dewa pagan. Ini bisa juga dihubungkan dengan judul album, Mythodea, myth berarti mitos, ode berarti pemujaan (lihat google translate), berarti pemujaan teradap (dewa-dewa dalam) mitos. Coba lihat terjemahan lirik Movement 11 yang merupakan bagian dari Mythodea ini…(tak copi-paste aja ya)

“ZE US CO ME (x4)
CO ME

ZEUS AND THE MOTHER, GOD
PENELOPE
ZEUS AND THE MOTHER, GOD
ALONE HER, FROM ZEUS
FROM ZEUS
ALONE HER, FROM ZEUS

CHILD ZEUS CHILD MUST
CHILD ZEUS CHILD MUST
CHILD MUST CHILD

HE LIVES
WE PRAY AT LORD ZEUS
HE LIVES
WE PRAY AT LORD ZEUS

ZEUS, THE MOON MUST NOT KNOW EVERYTHING, COME
WE PRAY AT LORD ZEUS (x6)

HE LIVES (x4)

WE PRAY WE PRAY AT YOU
PRAY PRAY WE PRAY AT YOU

WE PRAY WE PRAY AT YOU
PRAY PRAY WE PRAY AT YOU

WE PRAY WE PRAY AT YOU
PRAY PRAY WE PRAY AT YOU

WE PRAY WE PRAY AT YOU
PRAY PRAY WE PRAY AT YOU”

Ngweri kan arti liriknya? Kalo ga juga ga apa-apa. Tetapi terjemahan lirik ini belum tentu benar loh, karena dalam selain liriknya dalam Yunani kuna yang bisa banyak penafsiran, juga menurut Vangelis sendiri, dia banyak memunculkan bebunyian mulut yang aneh dan itu sesungguhnya tidak ada artinya, dan bukan lirik sebuah lagu melainkan bagian dari instrumen musik. Jadi, keyakinan bahwa mythodea ini doa kepada Zeus menjadi hanya teori belaka dan lagi-lagi tidak bisa dibuktikan nyata. Tetapi pemilihan tempat konser di Kuil Zeus dan secara terus menerus menampilkan wajah patung yang agaknya adalah Odysseus juga menimbulkan kecurigaan.

Yah sudahlah, daripada saya berbicara panjang lebar, saya sarankan membaca buku Harun Yahya tentang Freemansonry, mengamati pemikiran tentang eksistensi manusia yang muncul setelah Revolusi Industri, mengamati epic Yunani Kuna, menelusui asal-usul Mythodea, dan yang paling penting coba nonton konser ini,

Perhatikan di detik-detik akhir, para paduan suara yang memakai baju Yunani Kuna mulai mengangkat tangan seolah berharap pada sesuatu dan mengucapkan lirik seolah mantra, lalu dari Mars keluar air. Saya memikirkan ini adalah penciptaaan oleh manusia. Dan akhir video memperlihatkan anak kecil mengeluarkan sebuah bola dunia, saya anggap menegaskan pemikiran penciptaaan oleh manusia itu. Tapi bisa juga ini merupakan teori saya saya saja dan tidak bisa dibuktikan secara nyata. Wallohu A’lam.

Sumber: Wikipedia, Youtube, VangelisLyrics, Ancaman Golbal Freemansory, dll.

Vangelis – Mythodea

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s