Sekedar Ngoceh Perampokan CIMB

Seperti dugaan saya, kasus perampokan Bank CIMB Niaga diperkirakan berkait kasus terorisme. Entah kenapa saat melihat berita di TV tentang perampokan itu, mendengar korbannya adalah bank CIMB, daerahnya di Sumatera Utara dan pelaku bersejanta lengkap, pikiran saya langsung menyambungkan peristiwa tersebut denagan terorisme. Sasarannya berupa Bank CIMB Niaga yang merupakan “kelanjutan” dari Bank Lippo menjadikan salah satu alasan saya segera mengira ini adalah berkait terorisme, terutama terorisme yang mengatasnamakan Islam.

Setahu saya, entah benar entah salah, Bank Lippo memang memiliki reputasi yang tidak baik di beberapa kalangan Islam karena kiprah “pemiliknya”, yaitu Bpk. James T. Riady yang disebut-sebut majalah Sabili merupakan pendukung utama gerakan Kristen fundamentalis (ini menurut Sabili) yang hendak menjadikan Indonesia sebagai ladang tuaian Allah. Mungkin, ini mungkin saja, karena mempercayai berita ini mereka menjadikan CIMB sebagai target rampokan. Tapi bisa juga pemilihan CIMB ini adalah sekedar pilih saja, karena sepemahaman saya, sekaran CIMN Niaga sebagian besar dimililki oleh perusahaan Malaysia milik anak Najib Razak (PM Malaysia).

Lokasi perampokan di daerah Sumatera Barat juga menjadikan pikiran saya menghubungkan perampokan ini dengan gerakan terorisme. Mungkin kita masih ingat, beberapa saat sebelumnya terjadi penggerebekan di Aceh terhadap sekelompok orang yang melakukan latihan perang. Latihan perang ini kemudian dikaitkan polisi dengan tindak pidana terorisme. Intermezzo, saya kira penyergapan di Aceh tidak pas jika dikaitkan dengan tindak pidana terorisme. Saya kira kegiatan tersebut lebih pas jika dikaitkan dengan pasal-pasal makar. Karena tindak terorisme (membunuh orang, meledakkan bom) belum terjadi pada latihan tersebut, tetapi mereka memang berikrar untuk mengganti pemerintahan dengan pemerintahan Islam, yang dalam hukum positif kita bisa disebut sebagai gerakan makar. Tetapi mungkin pasal makar agak alergi digunakan karena mengingatkan akan Orba, dan agar penyergapan ini mendapat dukungan internasional (Eropa dan USA) maka digunakanlah pasal terorisme.

Kembali ke masalah perampokan, setelah penggerebekan, diberitakan beberapa orang yang terkait pelatihan militer di Aceh itu terlibat baku tembak di perbatasan Aceh-Sumut. Maka tidak heran jika kemudian dua penyerangan berikutnya, yaitu perampokan CIMB dan penyerangan polsek, terjadi di wilayah Sumut.

Sekarang tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat Indonesia menyikapi hal ini. Akan lebih baik jika dicari dan diselesaikan akar masalahnya, agar masalah kekerasan seperti ini bisa tuntas. Jika tidak ditemukan akar masalahnya, maka walaupun satu atau sepuluh, atau seratus orang ditangkap karena masalah ini, masalah seperti ini tidak akan selesai.

Jika memang perampokan ini adalah berkait tindak pidana terorisme yang mengatasnamakan Islam,  entah untuk pendanaan, atau suatu bentuk penyerangan, maka bagi saya ini justru menunjukkan adanya kekeliruan pemahaman keagamaan. Bisa jadi harta rampokan hasi dari CIMB itu dianggap sebagai fa’i atau harta rampasan perang. Sekilas bisa jadi tampak seperti betul, mereka menganggap CIMB adalah milih James T Riadi yang merupakan musuh mereka sehingga halal hartanya. Ini jelas adalah bid’ah yang diada-adakan. Karena di zaman Rasulullah tidak pernah ada gazwah ataupun sarayah (pasukan) yang masuk ke rumah sipil lalu mencuri hartanya dan kemudian dikumpulkan sebagai fa’i. Yang ada, jika perang hadap-hadapan lalu salah satu kelompok menang, maka apa yang ada di medan tersebut yang dibawa para tentara musuh baru bisa disebut fa’i. Wallohu a’lam.

Jadi, salah satu sumber, mungkin bukan akar masalahnya, adalah kurangnya pemahaman masyarakat tentang Islam. Kebanyakan orang sukanya memahami agama dengan akal semata tanpa melihat prakterk keagamaan Rasulullah, sehingga dengan argumentasi fa’i saja, sudah termakan dan bisa membenarkan perbuatan mencuri yang jelas-jelas mutlak keharamannya, sebagaimana firman Alloh “Pencuri laki-laki dan pencuri perempuan potonglah tangan keduanya!”.

Maka para ulama’. kyai, dan da’i sangat diperlukan perannya dalam diseminasi/penyemaian pemahaman Islam yang benar, yang mengacu pada praktek keagamaan Rasulullah. Wallohu A’lam.

Sekedar Ngoceh Perampokan CIMB

Satu pemikiran pada “Sekedar Ngoceh Perampokan CIMB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s