Two Saints From Hindustan

Di Indonesia, muslim sering mengadakan ziarah ke makam orang-orang suci, para wali, demikian disebutnya. Misalnya ke makam para sunan, ke makam Raden Patah, dsb. Kebiasaan ini juga terjadi pada muslim India.  Muslim di India juga sering melakukan ibadah ziayarah ke makam para wali atau orang suci ini. Mereka menyebut makam para wali dengan dargah. Dua dargah yang sering dikunjungi oleh muslim India adalah Dargah Pir Haji Ali dan Dargah Khwaja Gharib Nawaz Moinuddon Chisti. Dua orang ini adalah dua wali yang sangat dikenal di India sehingga beberapa scene filem mengangkat lagu pujian tentang dua wali ini.

Satunya adalah dalam filem Jodha Akbar yang mengangkat pujian kepada Khwaja Gharib Nawaz dengan lagu Khwaja Mere Khawaja seperti dalam video ini…

Yang satu lagi, saya tidak tahu filemnya, tetapi menganggkat lagu Piya Ali. Seperti dalam video di bawah ini….

Kedua lagu tersebut dinyanyikan oleh A. R. Rehman. Untuk Lagu Khwaja Mere Khawaja saya sangat suka sekali. Sangat membuat terharu. Memang hebat sekali A. R. Rehman ini…. Lagunya Jai Ho juga laris di pasar dunia.

Kembali ke masalah dua orang suci tadi. Yang pertama adalah Pir Haji Ali.

Pir Haji Ali

Kompleks Dargah Haji Ali

Haji Ali bukanlah orang asli India melainkan orang Persi. Diyakini beliau berasal dari Bukhari sehingga dikenal sebagai Sayyed Peer Haji Ali Shah Bukhari. Berbagai riwayat tentang keajaiban Haji Ali beredar. Di antaranya adalah legenda tentang Haji Ali yang menolong seorang perempuan yang minyaknya tumpah. Ceritanya, suatu hari, Haji Ali sedang beribadat dan tiba-tiba mendengar tangisan perempuan dari luar. Saat beliau menghampirinya, ternyata beliau menemukan seorang perempuan yang sedang menangis.  Haji Ali menanyakan kenapa perempuan tersebut menangis.

Perempuan menjawab bahwa ia telah menumpahkan minyak dari tempayan yang ia bawa. Dan jika ia pulang ke rumah pastilah suaminya akan memukulinya. Haji Ali menanyakan di mana perempuan tersebut menumpahkan minyak. Setelah ditunjukkan tempatnya, Haji Ali menekan bumi dengan ibu jarinya. Seketika dari bumi mengalir minyak yang telah ditumpahkan dan kembali lagi ke tempayan si perempuan.

Setelah kejadian tersebut, Peer Haji Ali mengalami mimpi bumi yang mengeluh bahwa perbuatannya saat menolong permepuan tadi telah menyakiti bumi. Mimpi itu berulang dan membuat beliau merasa tidak enak. Beliaupun memutuskan melakukan perjalanan bersama saudaranya. Hal tersebut dilakukan setelah beliau mendapatkan izin dari sang ibu. Dalam perjalan tersebut beliau sampai ke India. Beliau memutuskan menetap di sana dan kakanya pulang. Di sana, beliau menyebarkan ajaran Islam.

Saat beliau wafat, beliau berwasiat agar jangan segera dimakamkan tetapi agar kafannya dihanytukan dan beliau dimakamkan di mana kafannya berlabuh. Di sanalah kemudian beliau dimakamkan dan kemudian dibangun Dargah Peer Haji Ali yang dikenal masyarakat India hingga sekarang.

Khwaja Gharib Nawaz Moinuddin Chishti

Dargah Moinuddin Chishti di Ajmer, India

Nama asli beliau adalah Moinuddin Chishti. Baliau dilahirkan tidak di India tetapi di Sijistan, Khorasan (Iran). Saat beliau kecil, beliau telah menjadi yatim dan diwariskan kebun oleh ayah beliau. Saat sedang mengurus kebunnya, beliau meliaht seorang sufi yang terlihat telah menempuh perjalanan jauh. Sufi tersebut adalah Shaikh Ibrāhim Qundūzī. Moinuddin memberikan buah-buahan hasil kebunnya kepada sang sufi.  Sebagai balasannya sang sufi memberikan sepotong roti kepada Moinuddin kecil. Moinuddin memakan roti tersebut kemudian diriwayatkan beliau mendapat pencerahan. Cahaya turun kepada beliau saat beliau memakan roti tersebut

Setelah mendapatkan pencerahan, Moinuddin menyedekahkan hartanya untuk fakir miskin, dan kemudian mengembara mencarai ilmu ke Bukhara dan Samarkand. Hingga akhirnya beliau sampai ke kota Haroon di Nishapur (Iran). Di sana beliau bertemu sufi besar Utsman Harooni dan menjadi muridnya hingga beliau berusia 40 tahun. Saat itu, beliau dipanggil sang guru. Sang guru memperlihatkan dua jarinya pada Moinuddin dan bertanya, apa yang Moinuddin lihat di antara dua jari tersebut. Moinuddin menjawab ia melihat 18 galaksi.

Setelah ajaran dari gurunya dirasa cukup, beliau naik haji ke Makkah. Setelah melaksanakan haji, beliau menetap di Masjid Nabawi selama beberapa hari. Beliau terpekur di dekat makam Nabi. Dalam riwayat dikisahkan, beliau kemudian bertemu dengan Nabi dan diwasiatkan untuk melakukan dakwah di Ajmer, daerah Hindustan. Dikisahkan pula, saat beliau bertanya dimakah Ajmer, Baginda Rasulullah memperlihatkan dunia dan letak Ajmer kepada Moinuddin.

Kemudian Moinuddin berangkat ke India dan menetap di Ajmer sebagaimana wasiat Rasulullah pada beliau. Di sana beliau melakukan pengajaran keislaman. Beliau diberi gelar Gharib Nawaz, Pelindung Kaum Papa, karena di pesantren tempat beliau mengajar, ada suatu dapur besar yang memasak makanan untuk kemudian dibagikan kepada semua orang miskin, tidak peduli dari agama apapun. Diriwayatkan pula bahwa orang miskin yang mendatangi pintunya tidak akan dibiarkan pergi dalam keadaan lapar.

Di India pula beliau mendirikan Ordo Sufi Chishti. Beliau juga dikenal karena mempraktekkan Sufi Sulh e Kul (Kedamaian bagi semua) yang mempromosikan toleransi dan hubungan baik antara muslim dan non-muslim.

Suatu malam setelah shalat malam,, beliau masuk ke kamarnya dan tidak mengizinkan orang lain masuk. Muridnya mendengar suara-suara mistik dari dalam kamarnya. Saat mendekati saat sebelum subuh, suara tersebut hilang. Hingga pagi, beliau tidak keluar kamar. Saat kamar dibuka beliau telah wafat. Saat itu adalah tahun 1229.

Sumber : Wikipedia, Hajialidargah, Sufiblog, Youtube, dll.

Two Saints From Hindustan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s