Seikh Edebali, Sufi Tak Selalu Melarat

Terkadang, sufi dan sufisme selalu identik dengan kemelaratan (duniawi), Sufi seolah-olah tidak berbuat apa-apa, tidak melakukan gerakan perubahan dunia. Yang dilakukan sufi hanya berzikir saja. Saya tidak begitu memahami dunia sufisme. Tetapi dari beberapa contoh yang muncul dalam sejarah, bisa saya katakan, sufi tidak selalu menyendiri dan tidak perduli tentang kehidupan orang lain. Sufi tidak selalu diam dan tidak melakukan gerakan perubahan. Banyak contoh sufi yang melakukan gerakan perubahan, melakukan sesuatu untuk lingkungannya. Dan tidak hanya diam berzikir dalam kamarnya.

Salah satu contohnya adalah Omar Mukhtar, yang merupakan sufi dari Tariqah Sanusiyyah. Beliau berjuang melawan penjajahan Itali atas Libya. Namanya masyhur hingga sekarang. Sufi lain yang bisa dilihat sebagai contoh sufi yang  aktivis atau Sufi yang terl;ibat aktif dalam urusan duniawi dan kemaslahatan masyarakat adalah Syeikh Edebali. Edebali ini adalah inspirator berdirinya Kekaisarana Ottoman atau Khilafah Utsmaniyyah

Syeikh Edebali (1206–1326)

Edebali dilahirkan di Karaman, ada pula yang menyatakan beliau lahir di daerah Persia dan baru kemudian bermigrasi ke Anatolia. Setelah menyelesaikan studinya di Karaman beliau melanjutkan studi Islam ke Damaskus. Setamatnya dari Damaskus beliau menetap di sebuah desa di dekat Ekisehir. Di dekat tempat beliau berada, dalam zaman yang sama pula, terdapat seorang Sufi besar, Maulana Jalaluddin Rumi. Tetapi tidak begitu jelas apakah beliau berinteraksi dengan Rumi ataukah tidak.

Di sana beliau mendirikan pusat pendidikan Islam dengan uang peribadinya, hmm jadi teringat Kiyai Dahlan. Di tempat tersebut Di tempat tersebut seraing pula berkumpul para darwis (sufi) untuk berzikir.  Tempat tersebut juga sering disinggahi oleh Osman Gazi. Sebelum beliau, ayahnya, Ertughrul, juga sering bercakap dengan Edebali mengenai kenegaraan dan keislaman. Demikian juga dengan Osman Gazi, beliau sering meminta nasehat Edebali mengenai berbagai hal. Ini adalah contoh bagi para pemimpin, hendaklah berkonsultasi dengan para ulama.

Suatu hari, saat bertamu di tempat Edebali, Osman bermimpi bahwa bulan sabit keluar dari dada Edebali dan masuk ke dadanya. Dari dada Osman tumbuh pohon besar yang di bawahnya terdapat manusia-manusia, sungai, kota-kota. Esok paginya Osman bertanya kepada Edebali apa makna mimpinya. Edebali menjelaskan, Alloh telah menyerahkan hak kekuasaan kepada Osman dan anak turunnya. Kekuasaannya akan menaungi wilayah yang luas sekali. Dan tafsir Seikh ternyata terbukti benar. Kekuasaan Ottoman di kemudian hari menaungi rakyat dari tiga benua.

Edebali ini juga merupakan ayah mertua Osman. Sebagian orang menyatakan puteri beliau yang dinikahi Osman adalah Malhun Hatun, ibu dari Orhan Sang Sultan II Ottoman. Tetapi sebagian lagi menyatakan puteri Edebali yang dinikahi Osman adalah Bala Hatun.

Yang jelas, Edebali merupakan guru spiritual Osman dan menjadi pendukung utamanya dalam mendirikan Kesultanan Ottoman. Beliau juga disebut sebagai qadi pertama dalam Kesultanan Ottoman. Tradisi penyematan Peedang Osman dalam pelantikan Sultan-Sultan Ottoman juga bermula dari beliau, yaitu saat beliua menyematkan pedang ghazi kepada Osman yang kemudian menjadi Pedang Osman (Sword of Osman) yang diwariskan turun temurun kepada para Sultan keturunnya. Edebali juga merupakan orang yang membantu Osman dalam merumuskan kebijakan dan administrasi kesultanan di masa awal Kesultanan Ottoman.Nasehat Edebali kepada Osman sangat terkenal, bahkan hingga masa sekarang. Anda cari saja di Youtube dengan keyword Edebali, pasti akan menemukan banyak video tentang nasihat Edebali ini.

Setelah Osman menaklukkan Bilecik, Edebali kembali ke kehidupan spiritualnya di Inonu dan melanjutkan pengajarannya akan keislaman. Pada tahun 1326 beliau wafat dan dimakamkan di dervish lodge-nya. Semoga Alloh memuliakan tempat beliau di sisi-Nya. Amin.

Sumber: Osmanli700, Wikipedia, dll.

Seikh Edebali, Sufi Tak Selalu Melarat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s