Dunia Bukanlah Neraka

Melihat kalimat judul tersebut, tentu kita akan menyatakan “kami sudah tahu”, atau setidaknya berfikir bahwa kita sudah tahu akan hal tersebut. Tetapi sering kali kita menemukan lirik-lirik lagu yang menyatakan bahwa sang penyanyi seperti berada di neraka. Seperti liriik lagu yang tadi siang saya dengar, “saya berada di neraka, merasa akan kehilangan pikiran saya….”. Seolah-olah sang penyanyi atau sang pencipta sudah pernah ke neraka.
Di berbagai kesempatan saat kita stress-pun kita merasa kita sedang di neraka, entah terucap ataupun hanya dalam pikiran. Padahal kita belum pernah ke neraka. Dan ketahuilah bahwa kemalangan yang kita alami di dunia ini belum ada apa-apanya dengan kemalangan yang kita alami di neraka.
Kemalangan yang kita alami di dunia adalah sementara. Misal kita sedang ditimpa kesedihan, dan kita merasa kesedihan tersebut tidak akan berakhir. Dalam alam bahwa sadar kita selalu ada pengetahuan bahwa penderitaan tersebut akan berakhir, dalam waktu yang tidak lama,entah setahun, sepuluh tahun, atau lima puluh tahun, insyaAlloh tidak akan lebih dari 50 tahun. Artinya selalu ada harapan untuk keluar dari kesedihan.
Sedangkan saat kita mengalami siksaan neraka dan kita merasakan kemalangannya, kita bertanya-tanya apakah kita kekal ataukah ada masanya penderitaan neraka tersebut akan berakhir (khalidin atau khalidin abada). Jika kita tidak kekal, kita akan tetap bertanya-tanya, berapa lama? seratus tahun? seribu? sepuluh ribu? dst. Berfikir demikian saja sudah membuat diri kita sesak.
Jikapun kita kekal di dalamnya karena kufur kepada Alloh, maka sudah tidak ada harapan lagi pada kita. Seperti Keyakinan Frankl, tanpa harapan maka manusia akan mati, tetapi bagaimana mau mati sedangkan kita sudah menjadi makhluk yang tidak mati lagi? Orang yang tidak mengalaminya, memikirkannya saja sudah pusing. Apalagi kalau kita sendiri yang mengalaminya. Pemikiran demikian (hidup tanpa harapan) saja sudah menjadi tekanan tersendiri yang sangat-sangat membuat diri kita stress….itu baru pemikirannya.
Nah, sangat terlihat bahwa kemalangan yang kita rasakan di dunia ini beda sama sekali dengan apa yang ada di neraka. Jadi jangan pernah menganggap kegelapan yang dialami di dunia adalah neraka. Di dunia ini selalu ada harapan, seperti kata Paman Iroh (tokoh dalam The Legend of Aang yang paling aku suka), “hidup kadang kala seperti saat kita berjalan di dalam gua yang gelap ini. walaupun gelap kita harus tetap berjalan. karena di ujung sana kita melihat setitik cahaya. dan kemudian kitapun sampai ke tempat yang lebih baik”. Wallohu a’lam.

Dunia Bukanlah Neraka

Satu pemikiran pada “Dunia Bukanlah Neraka

  1. iya bener,,
    terkadang kita emang suka terjebak dengan hal-hal yang membuat kita sedih.
    seakan memang kesedihan itu ada untuk terus dirasakan..
    saat waktunya kita bangkit, kesedihan yang ada terus menghantui langkah dan gak jarang ngebuat kita kembali jatuh dan takut untuk mencoba lagi..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s