Realita Dalam Pikiran

Rogers, pendiri Psikologi Humanistik, meyakini bahwa kebenaran setiap orang adalah merupakan pengalaman subjektifnya. Artinya kebenaran itu adalah kebenaran subjektif. Beberapa ahli filsafat mengatakan bahwa kenyataan itu adalah apa yang ada dalam pikiran. Menurut mereka, kenyataan itu bukanlah apa yang ada, tetapi apa yang terlihat. Atau dalam istilah psikologi-nya, apa yang terpersepsi. Dalam filem Kera Sakti, sering kita temukan kalimat hidup adalah ilusi, kalimat dari Biksu Tong. Beberapa filsuf China setahu saya juga meyakini bahwa realita itu adalah apa yang ada dalam pikiran.
Jika kita telaah lagi, sesungguhnya kita sering merasakan ini. Misalnya seperti apa yang saya rasakan ini. Iseng-iseng saya membuka website Holy See atau Tahta Suci Vatikan. Di dalamnya terdapat arsip-arsip terkait sejarah. Salah satu arsip menampilkan Seal atau Segel Kehormatan dari Philip II, Raja Spanyol.
Dalam salah satu bagian Seal, terlihat gambar Raja menaiki kuda di belakangnya terdapat tanda kebesaran Spanyol dan di depannya terdapat suatu gambar yang saya lihat sebagai gambar nyamuk.
Dalam fikiran saya muncul pemikiran bahwa gambar tersebut menunjukkan raja sedang memerangi nyamuk. Dulu pernah dihembuskan berita bahwa sebutan untuk nyamuk, yaitu mosquitos berasal dari kata mosque, artinya nyamuk diidentikkan dengan muslim. Dalam pikiran saya muncul bahwa Seal ini menunjukkan sang raja sedang memerangi muslim, maklum jaman reconquesta alias balas dendam.
Namun saat saya membaca keterangannya disebutkan bahwa gambar di depan gambar sang raja itu adalah gambar cornucopia dengan palm dan laurel crown. Awalnya saya tidak percaya, mungkin keterangan tersebut dibuat untuk menghindari gesekan dengan muslim. Di Seal tersebut saya benar-benar melihat gambar tersebut seperti gambar nyamuk. Namun memang ada yang aneh, nyamuk itu tidak bersayap.
Setelah saya cari dari Wikipedia, ternyata cornucopia adalah tanduk yang melambangkan kemenangan. Demikian juga dengan laurel corwn, yaitu mahkota daun yang suka dipakai raja-raja Romawi.
Setelah membaca keterangan wikipedia, saya kembali memperhatikan gambar Seal itu lagi. Ternyata memang itu adalah gambar tanduk, tepat seperti keterangannya, cornucopia. Padahal tadi bentuknya saat saya lihat adalah benar-benar seperti nyamuk.
Saya kira pengalaman tadi menunjukkan kepada saya bahwa memang kenyataan itu adalah apa yang ada dalam pikiran kita. Misal kita mempercayai seseorang sebagai jahat, maka kita akan memandang semua perbatannya adalah jahat, itulah kenyataan bagi kita. Atau dalam contoh yang lebih nyata. Misalnya kita sedang melamun, kita merasa kita bergerak ke satu arah atau sedang melakukan sesuatu. Saat melamun itu kita benar-benar merasa bahwa kita sedang melakukan hal tersebut. Tetapi saat sadar kita terkejut bahwa sesungguhnya kita melakukan hal yang berbeda. Itulah, realita itu adalah dalam pikiran, wallohu A’lam

Realita Dalam Pikiran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s