Pahlawan-Pahlawan Mandarin Yang Saya Kenal Dari Filem

Sejak dulu saya suka sekali menonton filem, filem kung fu apalagi. Salah satu filem yang saya suka adalah Once Upon A Time in China, juga filem serial Fist of Fury. Keduanya menceritakan tokoh masyarakat China yang dianggap masyarakat sebagai pahlawan, setidaknya begitu yang saya tangkap dari filem-filem yang saya kenal.

Wong Fei Hung
Filem Once Upon a Time in China menceritakan mengenai tokoh ini. Tokoh ini dikenal dengan kungfunya yang hebat dan usahanya yang heroic untuk mempertahankan harga diri bangsa China yang saat itu sedang diagresi oleh bangsa asing. Karena aksi kepahlawanannya ia dikenal sebagai Macan setelah Sepuluh Macan (Tiger after Ten Tigers). Sebagai mana di filem, Tuan Wong ini juga ahli dalam pengobatan, akupuntur, dan ia memiliki toko obat bernama Po Chi Lam. Dan ia juga dikenal dengan tendangan tanpa bayangan.

Huo Yunajia
Tuan Huo pertama kali saya kenal dari filem seria Fist of Fury. Beliau juga tokoh persilatan China moderen. Masyarakat China juga mengenalnya sebagai petarung yang berusaha menjaga kebanggaan masyarakat China saat masa agresi oleh bangsa asing. Perjuangannya dilakukan dengan cara bertarung. Ia juga orang yang pertama mendirikan sekolah kungfu tidak berbasiskan aliran. Di sekolah kungfunya mengajar ahli beladiri Shaolin, ahli Tai Chi aliran Wu, ahli Cakar Elang, dll. Sebab kematian Tuan Huo controversial. Semua filem yang saya tonton mengenai Tuan Huo mendukung pendapat bahwa Tuan Huo meninggal karena diracun. Satu filem yang didedikasikan Jet Li untuk Tuan Huo adalah Fearless.

Satu yang saya tangkap dari filem-filem tersebut, bahwa dua tokoh masyarakat China tersebut adalah orang yang sederhana, tetapi punya kecintaan terhadap bangsanya. Mereka mencintai bangsanya sehingga melakukan berbagai usaha untuk menjaga kehormatan bangsa. Sehingga usahanya dikenang hingga sekarang, mereka meninggalkan warisan semangat bagi generasi muda China.

Bagaimana dengan kita? Kita ini terkadang (atau mungkin sering) melakukan apa saja untuk dapat kekuasaan, harta, dan syahwat lainnya, tidak perduli dengan masa depan bangsa ini…
Jangan lupa, syahwat berupa korupsi telah membawa bangsa ini tidak maju-maju padahal harusnya sudah bisa maju. Maka jika kita terus-terus mengobarkan syahwat hedonistic, bangsa ini tidak akan bisa berdiri 100 tahun ke depan. Kalau kita mau ini terjadi, tidak usah lakukan sesuatu apa pun….

Pahlawan-Pahlawan Mandarin Yang Saya Kenal Dari Filem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s