Musuh Dalam Selimut

Pembunuh Al-Mabhuh yang diduga keras adalah agen Mossad masuk ke Dubai dengan menggunakan paspor beberapa negara Eropa seperti Inggris dan Perancis. Mossad juga pernah melakukan pembunuhan dengan agen-agen berpaspor Inggris namun kemudian ketahuan dan Israel telah berjanji kepada Inggris bahwa mereka tidak akan melakukan hal itu lagi, tidak akan menggunakan paspor Inggris dalam melakukan aksinya. Jika benar pembunuh Mahbuh adalah Mossad, dan agaknya memang demikian, maka nyata Israel telah mengingkari janjinya pada Inggris. Padahal Israel adalah teman Inggris, tetapi melakukan hal yang merugikan Inggris dan menantang kedaulatan Inggris (dengan memalsu paspor).
Hal demikianlah yang harus kita waspadai. Banyak negara, atau mungkin semuanya?, yang mengaku sebagai teman tetapi melakukan aksi-aksi di balik layar yang sangat membahayakan dan bahkan merugikan bangsa kita. Ada negara yang mengaku teman tetapi melakukan operasi intelejen di negara kita. Ada juga negara yang mengaku sahabat Indonesia tetapi mencuri kekayaan negara kita.
Saya pikir masih lebih mendingan di zaman dahulu, saat hubungan antar negara masih dilakukan dengan kesatria, walaupun terkadang juga kesatriaan itu hanya untuk menjaga citra para raja. Negara yang benci ya mengaku musuh dan akan saling mencurigai. Saling melakukan operasi telik sandi, saling melakukan jarah menjarah daerah perbatasan (plunder). Tetapi negara yang berteman dan menjalin aliansi akan saling mendukung, tidak saling menelikung dari belakang, tidak saling melakukan oprasi telik sandi, juga tidak saling menjarah kekayaan.
Kalau di zaman sekarang, yang ada hanyalah interest atau kepentingan masing-masing. Di depan layar kita meengaku teman, tetapi menelikung dari belakang dengan berbagai operasi intelejen. Mungkin saja ini dikarenakan pemimpin negara-negara yang ada sekarang bukanlah negarawan sejati, bukanlah orang yang dibesarkan dengan nilai-nilai kesatriaan dan rasa malu melanggar norma-norma yang ada. Pemimpin-pemimpin yang ada kebanyakan adalah politikus yang dalam jargonnya tidak ada pertemanan yang abadi, yang ada hanyalah kepentingan yang abadi. Sehingga walaupun suatu negara mengaku teman kepada negara lain, negara tersebut tidak malu untuk menjarah harta temannya dan melakukan usaha-usaha intelejen di belakang temannya.
Maka, sebagai bangsa kita hendaknya jangan mudah tertipu dengan senyum manis dan sumbangan yang membawa pencurian, hegemoni, penjajahan, dan intelejen masuk ke negara ini. Kita hendaknya lebih awas dalam memilih negara yang kita anggap sebagai teman. Lebih berhati-hati berteman dengan negara yang suka makan teman demi kepentingannya sendiri. Juga hendaknya lebih setia dalam menjalin persahabatan dengan negara lain. Jangan mengaku teman tetapi saat orang-orang ingin mengeroyok teman itu kita kemudian ikut-ikut mengeroyok. Ini benar-benar merusak martabat bangsa di hadapan Dunia dan Surga. Wallohu A’lam.

Musuh Dalam Selimut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s