Analisis Naratif

Analisis naratif adalah kata yang bergaung dalam telingaku selama beberapa hari kemarin. Kata ini baru akau kenal saat mengikuti kuliah MPK alias Metdode Penelitian Kualitatif. Hmmm, kerana baru kenal aku jadi bingung saat ujain akhir MPK semeseter ini disuguhi data dan diminta menganalisis data itu berdasarkan analisis naratif. Kebingungan seperti ini agaknya memang dirasakan orang yang baru bersentuhan dengan metode analisis ini, bahkan orang yang sudah cukup lama berkarya dalam bidang analisis ini (Harbison, 2007).
Metode ini memang memiliki salah satu pertanyaan besar, apakah dalam pelaksanaannya terdapat satu ketentuan baku ataukah bebas dengan ketentuan dasar terentu. Pada kenyataanya, memang, seperti pendekatan kualitatif lainnya, tidak ada dasar aturan yang strict mengenai analisis naratif ini (Corrsley, 2007; Harbison, 2007). Nah, justru tidak ada aturan yang pasti itu menjadikan bingung orang yang terbiasa dengan metode kuantitatif atau metode kualitatif yang ada.
Dalam tulisan Corrsley (2007) saya menemukan bahwa dalam melakukan analisis naratif terdapat beberapa hal yang harus digali dari responden, yaitu pertanyaan mengenai babak kehidupan; pertanyaan mengenai peristiwa kunci, yaitu kejadian yang spesifik, penting, dan signifikan dalam masa lalu; pertanyaan mengenai orang-orang atau tokoh-tokoh dalam rangkaian cerita masa lalu itu; pertanyaan mengenai rencana masa depan; pertanyaan mengenai stress dan permasalahan; pertanyaan mengenai ideologi pribadi; pertanyaan tentang tema kehidupan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak harus diajukan secara tersurat, tetapi bisa secara tersurat.
Selanjutnya dalam melakukan analisis naratif, masih menurut Corrsley (2007) terdapat enam langkah yang harus dilakukan. Yang pertama yaitu reading and familiarizing (mengakrabkan diri dengan data). Langkah berikutnya adalah untuk memperoleh elemen prinsip dari naratif personal yang perlu kita identifikasi. Menurut McAdams, ada 3 elemen prinsip nada naratif (narrative tone), imagery, dan tema. Langkah ke lima adalah mengkolaborasikan dan mensinergikan semua temuan menjadi cerita yang koheren. Langkah terakhir adalah menulis, sebagai laporan penelitian.
Menurut Corrsley (2007), dalam menyusun laporan, terdapat beberapa bagian yang perlu ditampilkan yaitu introduction (pendahuluan), metode, hasil yang dalam contoh yang diberikan Corrsley berupa penjabaran episode-episode kehidupan dari responden, diskusi, refleksi, dan yang terkahir adalah daftar pustaka.
Berbeda dengan Corrsley, pada tulisan Johnston (2005) saya medapati bahwa dalam analisis naratif data diperlakukan seperti pada penelitian kualitatif lainnya, yaitu dilakukan proses coding. Namun agak berbeda karena dalam proses coding, terdapat beberapa pertanyaan tertentu yang harus dijawab berdasarkan hasil wawancara.
Pertanyaan tersebut adalah sebagai berikut:
1.Siapakah pihak pertama dan kedua dalam konflik dan bagaimanakah respnden menempatkan dirinya di dalam konflik?
2.Apakah isu dan kebutuan pihak yang berkonflik?
3.Bagaimana cara pihak-pihak yang berkonflik menyelesaikan konflik mereka?
4.Bagaimana pihak-pihak ayng berkonflik menghubungkan sebab dan hasil dai konflik?
5.Bagaimana pihak-pihak yang berkonflik menjelaskan motivasinya dalam bertingkah laku?
6.Nilai apa yang didiskusikan pihak-pihak yang berkonflik dan bagian mana dari akta-kata mereka yang menyiratkan nilai-nilai tersebut?
7.Bagaimana responden meliaht konflik terjadi dalam ruang dan waktu?
8.Sumber daya apa yang mendorong terjadinya konflik?
9.Adapakah ada bukti tentang titik balik atau periode kritsi konflik?
10.Apakah terdapat inkonsistensi dalam narasi dan bagaimanakah responden mendiskusikan inkonsistensi ini?
11.Apakah perilaku yang sesuai dengan narasi teramati oleh pewawancara?
12.Bagaimana responden melihat konflik dapat diselesaikan atau dengan scenario terbaik apa akan diselesaikan?
13.Apakah terdapat aspek laten dari konflik yang tidak mengemuka?
14.Apakah ada siklus yang terjadi dalam konflik dan jika ada, dalam tahap apa konflik tersebut sekarang?
15.Akankah tujuan responden sama dengan pemecahan konflik yang seharusnya?

Karena bingung, akhirnya saya gabungkan saja kedua cara analisis narasi yang saya temukan dalam dua tulisan itu. Hasilnya juga saya tidak yakin benar atau tidak. Tetapi agaknya dalam metode penelitian kualitatif, terlebih analisis naratif tidak ada yang benar dan tidak ada yang salah. Lha wong tidak ada panduan yang khusus, hanya panduan yang umum. Whatever, saya hanya berharap nilai MPK saya bagus (mentalitas kuliah untuk nilai ). Mudah-mudahan.

Daftar Pustaka
Crossley M. (2007). Chapter 9: Narrative Analysis. Dalam Lyons E. & Coyle A. (2007) Analysing Qualitative Data in Psychology. London: Sage Publications. Hal. 131-144.
Harbison, N. (2007). Chapter 10: Doing Narrative Analysis. Dalam Lyons E. & Coyle A. (2007) Analysing Qualitative Data in Psychology. London: Sage Publications. Hal. 145-157.
Jhonston, L. M. (2005), Chapter 10: Narrative analysis. Druckman, D.(2005). Doing Research: Methods of Inquiry for Conflict Analysis. London: Sage Publications.

Analisis Naratif

4 pemikiran pada “Analisis Naratif

  1. Ari berkata:

    saya berencana mengambil skripsi dengan meggunakan metode analisis naratif,namun juga masih kesulitan menemukan buku referensinya di toko2 buku. saya mengambil jurusan pertelevisian. terimakasih atas pembahasannya dan salam kenal.

    Suka

  2. elka berkata:

    menarik loh kupasan anda,,,saya juga jadi tertarik dengan metoda analisis naratif,,tetapi kalo dilihat sejarahnya muncul masa formalis, pre strukturalis, struklturalis dan pascastrukturalis yang analisis naratif sendiri menjadi disiplin ilmu yang lebih pada kultural analisis,,,memang rumit kayaknya namun di indonesia juga belum banyak yang ahli dibidang ini,,,kayak bukunya seymour chatman, mike bal, gennete, greimmas, prop (rusia) dan lain-lain menarik untuk literatur analisis naratif,,ok kawan salaam

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s