Seondeok Episode Terakhir

Kemarin saya menonton Seondeok episode terakhir. Sebelumnya saya minta maaf kepada Indosiar selaku pemegang hak siarnya di Indonesia dan MBS selaku produsernya. Sebenarnya saya tidak bermaksud untuk menonton DVD B******-nya. Tapi karena di kos-kosan TV-nya harus berebutan dan saya sering ketinggalan episodenya karena teman lain ingin menonton acara lain, maka saya terpaksa menonton CD b******-nya.
Kemarin sampailah tontonan saya ke episoede terakhir dari QSD. Saat menyaksikan scene terakhir QSD saya jadi ingat ucapan terakhir Jang Geum di episode terakhirnya. Saya lupa apa itu tetapi unconsious mind saya menemukan kesamaan ide dan isi dari scene terakhir QSD dengan narasi terakhir Dae Jang Geum.
Saya juga merasa kasihan melihat Bidam. Aigoo…, betapa susahnya mempercayai orang ya…. Memang katanya su’udzon itu tabiat manusia. Selain dikarenakan terbatasnya jendela informasi kita juga karena ada setan yang selalu membisikkan was-was pada diri kita. Semoga kita terlindung dari su’udzon. Amin.
Kasihan juga Seondeok, betapa susahnya jadi pemimpin. Makanya yang dipimpin jangan suka menghujat pemimpinnya. Itu tidak termasuk akhlak islami. Kalau mengingatkan itu harus, tapi jangan mempermalukan.
Jalan cerita selepas episode 60 terasa dipercepat. Hal yang sama saya rasakan pada serial Jang Geum yang seingat saya juga berakhir di episode 62. Kedua serial tersebut saya rasa berakhir dengan tergesa-gesa.
Tapi tak apalah. Walaupun tergesa-gesa tetapi akhir ceritanya saya kira cukup masuk akal. QSD sudah selesai. Sekarang menunggu kemunculan Jumong yang katanya segera akan maen di Indosiar.
Jadi bertanya-tanya, kapan serial sejenis Tutur Tinular diproduksi lagi ya?

Seondeok Episode Terakhir

4 pemikiran pada “Seondeok Episode Terakhir

  1. “Jadi bertanya-tanya, kapan serial sejenis Tutur Tinular diproduksi lagi ya?”

    wah…. kayaknya perlu cari mesin waktu supaya cahyo bisa terlempar ke masa lalu. he2x…

    bahkan buku-buku nya aja udah nggak jelas pada kemana. padahal penikmatnya masih cukup banyak. terbukti, Api di Bukit Menoreh nya SH.Mintardja dengan tokoh utama Agung Sedayu mampu memikat para penge-fansnya untuk gotong-royong re-typing dari episode awal sampai buku ke 496 menjadi sebuah Blog. bahkan rame-rame bikin seragam padepokan. whuahhh…..

    http://adbmcadangan.wordpress.com/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s