Lawanlah Paham Garis Keras

Tulisan ini belum dikasih judul. Hanya ingin mengungkapkan keprihatinan atas penyerangan (dengan molotov) tiga/empat gereja di Malaysia. Semakin rusak saja citra Islam di mata internasional. Karena nila setitik, rusak susu sebelangan. Tapi mau bagaimana lagi? Memang pada kenyataannya (sejak zaman Utsman) telah terdapat paham-paham garis keras di dalam Islam.
Menjadi tanggung jawab semua muslim, jika jenuh dengan pemberitaan negatif seputar Islam, untuk memerangi paham garis keras dan tidak toleran yang sedang berkembang di kalangan kaum muslim. Faham garis keras yang tidak bisa bertoleransi dan tidak bisa menghargai ruang publik harus diusir jauh-jauh dari umat Islam dan umat yang sudah terpengaruh harus diajak dialog agar tidak kacau dalam faham garis keras ini.
Menjadi tanggungan para pemimpin agama juga (ulama) untuk bermuhasabah (nanya ke diri) mengapa kira-kira faham garis keras bisa berkembang di umat. Tentu ada yang kurang dalam sistem pewarisan ajaran Islam sehingga segelintir umat menjadi tidak percaya dengan konsep Islam yang diyakini umumnya umat dan beralih ke pemahaman garis keras.
Perlu juga diintrospeksi diri bagaimana perilaku yang ditampilkan para pemimpin agama. Saya kira, ada faktor kekecewaan juga terhadap para ulama’/ustadz yang umum, sehingga segelintir generasi muda Islam beralih ke pemahaman garis keras.

Lawanlah Paham Garis Keras

2 pemikiran pada “Lawanlah Paham Garis Keras

  1. ISRAEL PASTI KALAH

    Israel, negara teokrasi Yahudi yang selalu membuat kerusakan di muka bumi. Sebenarnya rencana untuk mendirikan negara Yahudi telah lama sejak akhir abad 18. rencana itu di buat oleh para pemikir pemikir yahudi, antara lain Theodore Herzl, Yahuda al-Kalai, Izvi Hirsch, dan mungkin beberapa pemikir Yahudi lainnya. Meskipun Israel telah berusaha untuk membuktikan kepemilikan Israel atas Palestina, namun itu cuma omong kosong dan tidak bisa dibuktikan. Dalam Al Qur’an, Bibel dan bukti bukti arkeologis telah dijelaskan, bahwa penduduk asli Palestina adalah bangsa Kana’an. Muslim Palestina saat ini adalah pemilik sah tanah Palestina, karena mereka adalah keturunan bangsa Kana’an. Adalah Yahuda al-Kalai (1798-1878), tokoh Yahudi pertama yang melemparkan gagasan untuk mendirikan sebuah negara yahudi di Palestina. Gagasan itu didukung oleh Izvi Hirsch Kalischer (1795-1874) melalui bukunya yang ditulis dalam bahasa Ibrani ‘Derishat Zion’ (1826), berisi studi tentang kemungkinan mendirikan sebuah negara Yahudi di Palestina.

    Kitab Talmud
    Bagi orang Yahudi, mereka lebih suka membaca kitab Talmud dari pada membaca Taurat. Mereka memiliki kayakinan jika ingin memahami Taurat, harus mempelajari Talmud terlebih dahulu. Bagi mereka kitab Talmud lebih suci daripada kitab Taurat. Berikut ini beberapa terjemahan dari kitab Talmud;

    Moed Kattan 17a, “Bilamana seorang Yahudi tergoda untuk melakukan sesuatu kejahatan, maka hendaklah ia pergi ke suatu kota dimana ia tidak dikenal orang, dan lakukanlah kejahatan itu disana”

    Sanhedrin 57a, “Jika seorang Yahudi membunuh seorang Cuthea (kafir), tidak ada hukuman mati, Apa yang sudah dicuri oleh seorang Yahudi boleh dimilikinya”.

    Yebamoth 98a, “Semua anak keturunan orang kafir tergolong sama dengan binatang”.

    Israel Kaum yang Buruk
    Israel, sampai saat ini terus melakukan teror terhadap umat Islam. Mereka merebut tanah umat Islam sedikit demi sedikit. Mereka melakukannya dengan menghalalkan segala cara baik dengan cara teror, tekanan internasional, maupun lobi keuangan. Mereka memanfaatkan lemahnya Negara Khilafah Islam pada awal abad 20. Lemahnya Negara Khilafah Islam ini lebih disebabkan karena upaya disintegrasi yang dilakukan oleh penguasa negari negari Muslim. Hal ini membuat Yahudi lebih leluasa untuk melakukan kejahatan terhadap umat Islam.

    Setelah Deklarasi Balfour pada 2 Nopember 1917 gerakan Zionisme mulai mendorong migrasi kaum Yahudi ke Palestina. Sesuai keputusan Konperensi Zionisme Intemasional ke-1 di Bazel pada 1897 gerakan migrasi dan penguasaan tanah Palestina dilakukan dengan cara-cara, :
    1. Pembelian tanah orang Arab-Palestina secara besar-besaran untuk membangun pemukiman Yahudi. Dana untuk pembelian tanah dari orang Arab-Palestina cukup besar, tetapi temyata animo orang Yahudi untuk bermigrasi ke Palestina sangat rendah. Untuk memaksa orang Yahudi bermigrasi, kaum Zionis terpaksa melakukan tindakan kedua, yaitu
    2. Melakukan teror-gelap terhadap orang-orang Yahudi sendiri di Eropa, untuk memaksa mereka mau berexodus ke Palestina
    3. Selain itu kaum Zionis juga melakukan embargo terhadap pemukiman Arab-Palestina dengan menutup jalur suplai kebutuhan sehari-hari dan kadangkala dengan cara-cara intimidasi, sehingga mereka jatuh miskin dan terpaksa atau dipaksa menjual tanah atau berpindah tempat meninggalkan kampung halaman mereka
    4. Di samping itu gerombolan-gerombolan teroris Zionis seperti Haganah, Stern Gang Bachnach, Irgun Levi L’ummi, dan sebagainya, secara terus-menerus melakukan teror dan pembunuhan gelap terhadap orang Arab Palestina untuk memaksa mereka meninggalkan tanah dan tempat tinggalnya. Tindakan itu dilakukan sejak tahun 1920 sampai dengan sekarang; dan yang terakhir
    5. Membangun kepemimpinan orang Yahudi di Palestina di bidang ekonomi dan politik.

    Kejahatan kejahatan Israel sungguh persis seperti yang digambarkan dalam Al Qur’an;
    “Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar”. Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung-kampung, dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana. Kemudian Kami berikan kepadamu giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantumu dengan harta kekayaan dan anak-anak dan Kami jadikan kamu kelompok yang lebih besar. Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri, dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan muka-muka kamu dan mereka masuk ke dalam mesjid, sebagaimana musuh-musuhmu memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai.” (TQS al Isra 4-7).

    Suka

    1. cahyosetiadi berkata:

      wah tulisan yang menarik, bahkan menggunakan sumber-sumber dari Talmud, mungkin bisa dipost di blog Anda. Blog Anda bagus, dengan tulisan yang berbobot, semoga bisa diteruskan dakwah dengan tulisannya. Makasih sudah berkunjung🙂

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s