Mengangkat Kesedihan dan Menanamkan Ketenangan

Melihat kejadian musibah yang terjadi di Indonesia, kita  akan selalu melihat dan meliaht orang-orang yang tengah bersedih karena kehilangan harta atau anggota keluarga mereka. Saya sebagai manusia yang masih punya hati tentu ada rasa ingin menolong mereka. Saya berfikir, andai saja saya bisa dengan satu sentuhan mengangkat kesedihan mereka dan menanamkan ke dalam relung jiwa mereka ketenangan. Tapi bagaimana caranya?

Selama beberapa lama mempelajari psikologi saya menyadari bahwa dalam ilmu yang scientific tersebut, tidak ada cara untuk seketika mencabut kesedihan dari jiwa manusia dan menanamkan ketenangan ke dalamnya. Bahkan untuk definisi mengenai kesedihan dan ketenanganpun tidak begitu jelas dalam psikologi. Di mana letak ketenangan dan kesedihan? Bahkan apa itu kesedihan dan ketenangan? Belum bisa dijawab secara pasti oleh psikologi.

Bagaimana dengan agama? Setahu saya para ustadzpun tidak mengetahui secara pasti bagaimana seketika mengangkat kesedihan dari seseorang dan seketika juga menanamkan ketenangan dalam seseorang. Walaupun demikian, untuk menanamkan ketenangan secara bertahap bisa dengan menggunakan dzikir, atau mengingat atau menyebut asma Alloh. “Ingatlah, dengan mengingat Alloh hati menjadi tenang”. Tapi ini adalah penenangan bertahap, psikologi juga punya cara-cara tertentu untuk menenangkan secara bertahap. Bagaimana jika menenangkan secara seketika?

Saya kira agamapun belum mempunyai jawabannya. Jika hendak menggunakan istilah tashawuf, bahkan orang yang sudah makrifatpun tidak ada yang mengetahui bagaimana mengubah seketika perasaan sedih menjadi tenang. Sepanjang pengetahuan saya, belum ada wali, atau shufi, atau syaikh yang mampu sekeitka mengangkat kesedihan dan menurunkan kesenangan. Lalu di mana kita mencari jawabnya?

Hanya pada Alloh, Muqallib al-Qulub. Dalam pandangan agama, hati adalah pusat perasaan/afeksi dan emosi. Ketenangan dan kesedihan diyakini berada di hati ini. Sedikit banyak saya percaya pada ini, coba Anda rasakan ketika Anda sedih, dada akan terasa penuh beban. Tetapi ketika Anda tenang, hati Anda akan terasa plong. Dalam keyakinan agama pula, bahwa hanya Alloh yang memiliki kuasa untuk memutarbalikkannya, artinya mengubah keadaannya. Termasuk dalam hal ini, mengubah keadaan sedih menjadi senang. Maka, sampai saat ini yang bisa melakukan pengangkatan kesedihan dan penanaman ketentangan seketika dalam relung jiwa manusia hanyalah Alloh.

Sampai saat ini, hanya Ia yang bisa. Lalu apakah ke depan manusia bisa mendapatkan pengetahuan Alloh ini? Mungkin saja akan diberi tetapi sedikit. Alloh telah menjanjikan akan membagi pengetahuan tentang jiwa kepada manusia tetapi sedikit. Juga tentang mengangkat kesedihan dan menurunkan ketentangan. Pengetahuan ini bisa diperoleh manusia. Bisa dengan jalan penyelidikan ilmiah, namun bisa juga dengan ladunni dari Alloh, “yarzuqu man yasya’.”. Wallohu A’lam

Mengangkat Kesedihan dan Menanamkan Ketenangan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s