Mengapa Mereka Menutupi Wajahnya?

Pernahkah Anda berfikir, mengapa anggota kelompok perlawanan Palestina, terutama yang bersenjata selalu menggunakan topeng hitam atau kafayeh untuk menutupi wajahnya? Lihat saja anggota Kataib Ezzedeen alQassam, Kataib anNashir Shalahuddin, atau Saraya alQuds, semua anggotanya demikian. Seorang muslim pernah mengeritik hal ini dalam sebuah laman diskusi, “mereka jadi identik dengan teroris, ini memperburuk citra Islam!”. Seoang muslim lainnya memberikan alasan bahwa mereka menutupi wajahnya adalah untuk melindungi dirinya dari Tentara Zionis.

Saya jadi ingat, sekitar 9 tahun lalu saya membaca di sebuah koran Nasional. Dalam berita internasionalnya koran tersebut mengemukakan bahwa Tentera Zionis telah memasang kamera-kamera di jalanan untuk mengejar para pejuang perlawanan Palestina. Ketika membaca berita ini kita harus ingat, bahwa pada saat itu, di Tepi Barat dan Gaza tersebar Tentara Zionis. Zionis menempatkan tenteranya di sana karena dalam kaca mata Zionis, Tepi Barat dan Gaza adalah wilayah jajahan (occupied teritory). Nah walaupun administrasi diurus oleh Otoritas Palestina, tetapi kemanan diatur oleh Tentera Zionis. Di jalan-jalan di Tepi Barat dan (dulu) Gaza dibangun pos-pos pemeriksaan.

Jadi Zionis bisa saja memasang kamera di jalan-jalan di Tepi Barat dan (dulu) Gaza. Ketika mereka mendapatkan gambar beberapa pemuda Palestina mempersiapkan pertahanan, langsung mereka dengan leluasa menyerbu rumah para pemuda tersebut. Mereka punya hak mendobrak, menggeledah (baca: memberantakkan), dan menangkapi aktivis perlawanan Palestina tersebut.

Jadi, demikianlah mengapa para aktivis perlawanan Palestina itu menutup wajahnya saat melakukan aksi-aksi. Namun kemudian saya teringat lagi sebuah berita dari sebuah kantor berita independen bentukan orang Londo (baca: Belanda) yang diawaki orang lokal Palestina, Maan News. 6 Bulan yang lalu kantor berita tersebut menyatakan bahwa seorang nenek tewas dalam penggeledahan yang dilakukan Tentera Zionis di sebuah pemukiman Palestina. Orang-orang menyatakan bahwa nenek itu tewas karena didorong sang tentera. Tetapi pihak Tentera Zionis menyatakan bahwa nenek itu meninggal karena jatuh. Agaknya saya lebih percaya kepada penyataan para saksi mata. Kalo menilik pernyataan Tentera Zionis kurang masuk akal jika sang nenek jatuh lalu tiba-tiba tewas.

Lalu apa hubungan berita itu dengan tulisan ini? Berita itu menceritakan kepada kita bagaiman cara Tentera Zionis dalam melakukan penggeledahan, kasar. Bahkan berita lainnya di Maan News menyebutkan sejumlah perhiasan hilang dari rumah yang digeledah oleh Tentera Zionis. Jadi inilah realita penggeledahan Tentera Zionis. SOP-nya mungkin sangat manusiawi sekali, tetapi perakteknya di lapangan agaknya jauh panggang dari api.

Lalu, apa hubungannya cara pengeledahan Tentera Zionis dengan para pejuang Palestina yang menutupi wajahnya saat melakukan aksi? Ya, setelah saya piker-pikir, agaknya para aktivis perlawanan tersebut menutupi wajahnya untuk melindungi keluarga mereka juga, ibu, anak, isteri, saudari, nenek, dari terror psikologis Tentera Zionis. Jadi, mereka bukan hanya berniat melindungi diri mereka dari Tentera Zionis tapi juga melindungi keluarga mereka. Karena Zionis bisaaa aja menemukan identitas aktivis perlawanan Palestina, apa lagi kalau mereka diketahui wajahnya.

Muncul pertanyaan sekarang. Bagaimana dengan aktivis perjuangan Palestina di Gaza? Bukankah sejak diatur oleh Hamas, Gaza berhasil dibersihkan dari anasir-anasir Zionis? Oia, sekedar cerita. Sejak Gaza diadministrasi oleh Hamas, Tentera Zionis berhasil diusir keluar dan tidak bisa masuk seenaknya ke Gaza. Makanya mungkin karena kesal lalu Tentera Zionis menggempur Gaza habis-habisan di awal tahun ini. Dan saya cuma gigit jari.

Kembali ke pembicaraan pokok. Lalu kenapa para aktivis perlawanan Palestina, mulai Saraya alQuds, Brigade anNasir, hingga Ezzedeen yang “berkuasa” sendiri masih menutupi wajahnya? Ya, mungkin karena banyaknya kamera yang menyorit di Gaza sana. Pemerintahan Haniyyah hendak melakukan transparansi dengan memasukkan wartawan untuk meliput perlawanan aktivis-aktivis Palestina. Tentu gambar-gambar ini akan disebarkan di berbagai tempat. Tentara Zionis dengan Mossad-nya tentu tetap dapat mengendus ini. Jadi para aktivis perlawanan tersebut memilih tetap menutupi wajahnya dalam aksi-aksi yang mereka lakukan.

Wallohu a’lam

Mengapa Mereka Menutupi Wajahnya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s