Hankamrata

Beberapa waktu terakhir ini hubungan Indonesia-Malaysia memanas, berkait masalah Manohara, Gedung Roboh, dan yang paling utama masalah perbatasan, baik Ambalat maupun pergeseran patok. Pemerintah kedua negara sudah menegaskan akan menggunakan jalur-jalur diplomatik mengenai masalah ini. Tetapi di Indonesai sendiri ada pendapat mengemuka untuk menggunakan jalur militer.

Di Suara Anda Metro TV malam tadi, ada beberapa komentar yang menyerukan untuk menyelesaikan permasalahan perbatasan ini dengan perang. Saya kemudian berfikir, “Apakah kita bisa menang?”.

Melihat dari alutsista atau alat sistem pertahanan kita mungkin agak susah memenangkan perang. Dilihat dari kekuatan Angkatan Udara, setahu saya Malaysia memiliki ratusan pesawat tempur, ini tentu jauh dibandingkan kita. Di Angkatan Laut, dari Metro malam tadi saya mendengar sendiri kecepatan standar kapal perang Malaysia yang menerobos perbatasan Indonesia itu adalah setara dengan kecepatan MAKSIMAL KRI kita yang mengejarnya. Jadi ya bisa dibayangkan sendiri.

Tapi jangan salah. Sistem pertahanan kita, jika saya mengingat-ingat Matkul Kewarganegaraan, adalah Hankamrata atau sistem pertahanan dan keamanan rakyat semseta. Dalam sistem ini, segala rakyat dilibatkan dalam usaha mempertahankan Tanah Air Indonesia ini. Dalam sistem ini yang jadi pendukung utama adalah rakyat. TNI menjadi komponen utama dengan dukugan penuh rakyat. Dalam pemahaman saya, dengan menggunakan sistem ini, jika terjadi perang maka seluruh rakyat akan diajak ikut angkat senjata menalawan agresor kita. Rakyat adalah kekuatan utama pertahanan kita, bukan alutsistanya.

Dengan menggunakan kekuatan rakyat, secara kuantitatif kita bisa menang dalam perang, jika terjadi perang dengan negeri jiran (mudah-mudahan tidak). Ingat, ini dari segi kuantitatif, jumlah rakyat kita dibandingkan jumlah manusia di negeri jiran kita. Tetapi dari segi kualitatif saya agak ragu.

Dulu saat Amerika menginvasi Irak saya sudah memikirkan hal ini. Jika seandainya Indonesia diserang suatu negara adidaya apakah rakyat akan tahan untuk ikut melakukan perjuangan melawan agresor. Saya ragu. Gaya hidup kita yang sudah penuh dengan kesenangan dan hedonisme ini, menjadikan saya ragu apakah pemuda kita akan tahan banting dalam kancah pertempuran. Belum lagi melihat realita, betapa anak-anak bangsa dengan mudah menjual negerinya dan tanah airnya kepada asing untuk sekeping dua keping uang, tanah air dihargai dengan sekeping dua keping emas.

Jika tidak menjual negeri pada asing, maka yang terjadi adalah menggadai negeri untuk kepada kepentingan diri sendiri. Melakukan koruspi, makan hutan, makan kayu, makan aspal, makan beton, makan kasus, dll. Di dalam kondisi tenang begini kita sulit untuk setia kepada negeri ini, bagaimanakah di saat perang? Ini menjadikan saya ragu kita bisa menang perang walaupun secara kuantitas jumlah rakyat kita begitu banyak.

Saya juga berpikiran, saat sistem hankamrata ini efektif di terapkan di masa perang, saat orang-orang yang berkomentar minta perang itu diminta ikut angkat senjata, berjuang di tengah hutan, apakah mau? Atau jangan-jangan setelah tidak dapat listrik, tidak bisa internetan, tidak bisa makan teratur, dicekam ketakutan, malah mengungsi?

Tapi, bisa jadi secara psikologis saat kita ada musuh bersama, common enemy, kita bisa mempersatukan kepentingan. Kita bisa menjadi lebih setia kepada negeri ini. Wallahu’alam.

Hankamrata

4 pemikiran pada “Hankamrata

  1. pasoekan bela negara berkata:

    hahahahahahahaaa… tulisanya sersan (serius tapi santai) tapi bang cahyo ada betulnya juga seh kalau sistem Hankamrata diaktifkan. maksudnya suruh pemnerintah kita untuk wamil kpd rakyatnya bukan hanya menwa aja…

    Suka

    1. cahyosetiadi berkata:

      setahu saya hankamrata ini merupakan teori yang sudah diterapkan di Indonesia, cuma tidak pakai wamil. tapi kalau terjadi perang, seluruh rakyat akan dilibatkan.

      Suka

      1. Makanya pemerintah melalui Menkominfonya, agar selalu mendengungkan melalui sarana baik iklan, film, sinetron dan penerangan yang lainnya, agar rakyat setia kepada negara, dan untuk bela negara agar ditekankan hukumnya wajib, dan bila gugur maka pahalanya adalah syahid.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s