Suami Yang Sabar

Isteri membocorkan hal yang ingin Anda rahasiakan? Para isteri ”mengerjai” Anda karena cemburu? Para isteri mendebat Anda? Apa yang Anda lakukan? Memarahi? Memukul?
Rasulullah pernah ”dikerjai” oleh para Ummahat al-Mukminin, para isteri beliau. Mereka cemburuk kepada Zainab bintu Jahsy. Maka timbullah kasus maghafir. Hafsha bintu Umar pernah cemburu kepada Mariya al-Qoptiyya, maka timbullah kasus pembocoran rahasia. Hafsha bintu Umar dan beberapa isteri lain pernah mendebat Rasulullah dalam berbagai urusan (kecuali agama). Terkadang mereka menuntut uang belanja. Yah, wajar memang sebagai manusia biasa, permasalahan rumah tangga sering terjadi. Tapi apa yang kita, para suami (calon maksdunya) lakukan saat isteri berbuat begitu?
Mungkin kita memarahi, memukul, menceraikan. Terkadang setelah memarahi kita minta maaf, ”Maaf sayang, saya khilaf. Soalnya saya banyak pikiran nih.” Tapi Rasulullah tidak demikian. Beliau tidak memarahi apalagi memukul isteri-isterinya. Jika ada yang cemburu dicoba memadamkan api cemburu itu dengan baik atau menasehati atau mendiamkan mereka. Bahkan saat puncak kecemburuan terjadi tatkala Rasulullah mendapatkan putera dari Mariya, saat perilaku para ummahat kurang mengenakkan, Rasulullah hanya mendiamkan mereka. Beliau pergi ke gubuk dan menyepi. Tidak marah, tidak memukul, padahal beban pikiran beliau lebih berat dari orang kebanyakan saat ini. Inilah suami yang sabar, inilah teladan.
Tapi di zaman sekarang ini, terkadang para lelaki hanya hendak teladan yang menyenangkan saja, taaddud (poligini). Tapi saat dituntut untuk menjadi suami yang sabar seperti Rasulullah tidak mau. Yah, semoga saya bisa menjadi suami yang sabar, soalnya kalo ga bisa ga boleh taaddud.

Suami Yang Sabar

2 pemikiran pada “Suami Yang Sabar

  1. gugun berkata:

    dulunya ingin segera menikah karena katanya bisa buat orang bahagiatapi nyatanya detelah sekian…aduuuuuuuuuuuhhhhh
    pusing…………………

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s