Saksi Katastrope Arab

Tau Nakba? Salah satu korban Nakba adalah penduduk Deir Yassin. Saksi mata Pembantaian Deir Yassin menerangkan apa yang mereka lihat kepada Jurnalis Elias Zananiri. Sebelumnya, kesaksian ini telah dipublikasikan di Gulf News pada 9 April 1997. Kesaksian ini kami ambil dari http://www.alnakba.com

Pada 9 April 1948 sekelompok anggota organisasi bawah tanah fundamentalis ekstrim Yahudi menyerang desa Deir Yassin yang merupakan lokasi strategis menuju Jerusalem dari sebelah barat. Setelah jatuhnya Al-Qastal beberapa hari sebelumnya dan kematian Pimpinan Perang Gerilya Palestina, Abdul Qader Al-Husseini, Desa Deir Yassin menjadi titik penting jalan menuju Jerusalem.

Kesaksian pertama adalah dari M.A.R.Al Y. (atau Abu Mahmud), berusia 70 tahun (saat kesaksian dibuat) Pada saat Nakba terjadi, beliau tinggal di Kota Tua Jerusalem. Berikut adalah bagian dari kesaksiannya:

“Saya sedang berada di pedesaan saat Yahudi menyerang. Saya dan teman-teman saya berada di sisi barat desa yang berhadapan dengan Al-Qastal. Kami memmegang senjata kami. Semua penduduk desa, kebanyakan pemuda bersiap untuk segala kemungkinan yang terjadi setelah selesainya Pertempuran Al Qastal. Pada jam 16.30, Rabu, 8 April 1948, Abdul Qader Husseini terbunuh di pertempuran yang kami lihat dari jauh tersebut. Stelah kematiannya, kami mengambil langkah pencegahan terhadap kemungkinan yang bakal terjadi. Oleh karena itu, kami berjaga di perbatasan desa hingga pukul 02.30 di pagi berikutnya (9 April 1948)”.

”Pada saat itu, Yahudi mulai menuju desa kami menggunakan search light untuk memburu pejuang-pejuang kami. Tentara Yahudi mendekati desa kami dan terjadi balas- membalas tembakan. Saat mereka memasuki desa, temabk-menembak menjadi semakin menghebat di sebelah timur desa dan kemudian menyebar ke seluruh desa, ke lapangan, ke pusat desa, hingga mencapai sisi barat desa.”

“Pertempuran ini terdiri dari tiga front, dari sisi timur, selatan, dan utara. Zionis Yahudi menggunakan senjata otomatis, tank-tank, misil, dan mariam-mariam. Mereka memasuki rumah-rumah lalu membuhuh anak-anak dan perempuan-peremempuan tanpa pandang bulu. Pada pemuda bertampur dengan berani dan pertempuran berlangsung hingga sekitar pukul 15.30.”

”Kami tidak medapatkan bantuan dari faksi manapun. Para zionis menahan 40 orang dari desa. Setelah pertempuran selesai, keempatpuluh orang tersebut dibawa ke sebuah lubang, mereka ditembaki dan tubuh mereka dibiarkan di dalam lubang tersebut. Setelah mereka menyelamatkan jasad pasukan mereka dan pasukan mereka yang terluka, mereka membawa para tahanan dan membunuhi mereka. Mereka memisahkan tahanan yang tua, baik lelaki maupun perempuan, dan mengeluarkan mereka dari desa. Sedangkan tahanan yang muda dibunuhi. Mereka memerintahkan kami untuk menyerah, membuang senjata dan menyelamatkan diri.

Kesaksian kedua adalah dari Umm Mahmud, Isteri Abu Mahmud, yang saat penghancuran Deir Yassin berusia 15 tahun:

”Kami berada di dalam rumah. Kemudian kami mendengar suara tembakan di luar. Ibuku bangun. Kami tahu bahwa Zionis Yahudi telah menyerang kami. Sepupuku dan saudarinya berlarian ke dalam dan mengatakan bahwa Zionis Yahudi telah memasuki kebun-kebun kami. Pada saat itu kami mendengar pertempuran menjadi lebih dahsyat dan banyak suara tembakan di luar. Sebuah bom meledak di dekat kami saat kami ke halaman. … ibuku menyatakan kami harus ke rumah paman.”

”Aku melihat bagaimana Hilweh Zeidan dibunuh, bersama suami, anak, sudaranya dan khumayya. Hilweh Zeidan keluar rumah untuk mengambil jasad suaminya. Mereka menembaknya dan ia jatuh di dekat mayat suaminya”

”Aku juga melihat Hayat Bilbeissi, seorang perawat dari Jerusalem yang sedang bertugas di desa ditembak di dekat rumah Musa Hassan. Putri Abu El Abed juga ditembak hingga tewas saat sedang menggendong ponakannya yang masih bayi. Bayi itu ditembak juga.(..) Siapa saja yang hendak melarikan diri ditembak hingga tewas.”

Kesaksian ketiga adalah dari A.Y.J., Abu Yousef, yang juga berusai 70 tahun saat kesaksian dibuat. Ia tinggal di Kamp Pengungsi Am’ari dekat Ramallah:

“(…) setelah pertempuran, Zionis Yahudi mengambil orang tua dan pemuda, termasuk empat orang sepupu dan ponakanku. Perempuan yang memakai emas akan dilucuti dan dicuri emasnya. Setelah Zionis Yahudi mengumpulkan korban yang mati dan luka dari kelompok mereka, mereka membawa lelaki ke sebuah galian dan menghujani mereka dengan peluru.”.

“(…) Seorang perempuan diambil anaknya kemudian anak tersebut dibawa sekitar 40-60 meter dari tempat si perempuan dan perempuan lainnya berdiri, lalu anak tersebut ditembak mati. Kemudian tentara tersebut membawa anak-anak Yahudi untuk melempari mayat si anak dengan batu. Mereka kemudian menyirami jasad si anak dengan minyak tanah dan kemudain membakarnya sementara sang ibu melihat dari kejauhan.”

“Kami kemudian berkumpul dan mengecek siapa yang hilang. Di gerbang Jaffa, Jerusalem kami dikumpulkan oleh Arab Supreme Committee. Masing-masing kami mencari anak, saudari, atau ibu.”

“Semua lelaki sibuk bertempur. Saksimata kejadian ini semuanya perempuan. Orang-orang tua diperintahkan oleh Zionis untuk mengambil jasad orang-orang yang tewas, baik Arab maupun Yahudi. Zionis mengambil jasad Yahudi dan membiarkan jasad Arab. Jasad-jasad Arab ini dibiarkan dan lalu dilempar ke sumur di tengah desa.”

Saksi Katastrope Arab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s