Muslim Jangan Termakan Gosip

Dalam Islam, bergosip itu dilarang dan kejelasan penyampaian berita sangatlah dihargai bahkan diharuskan. Misalnya saja, untuk menjatuhkan hukum rajam diharuskan hadirnya empat orang saksi. Rasulullahpun telah menjelaskan kepada kita bahwa menyebarkan qila wa qola alias berita “katanya” yang tidak jelas isi dan sumber (sanad , penanggung jawab informasi) adalah dosa besar. Namun sayangnya, kaum muslimin sendiri seringkali teggelam dalam berita “katanya-katanya”. Dan yang lebih disayangkan lagi adalah orang-orang yang tenggelam dalam berita “katanya”  yang tidak jelas itu adalah para aktivis muslim.

Beberapa kasus yang saya temukan adalah Isu April Mop adalah untuk memperingati Pembantaian Muslim Andalusia, Isu Sebuah Koran Komunitas Muslim di”invasi” konglomerat Yahudi, dll. Dua kasus tersebut menurut saya telah cukup mencoreng kredibilitas umat. Isu April Mop ternyata adalah rekayasa belaka padahal berita ini telah disebarkan ke beberapa milis komunitas muslim dan bahkan dimuat di media komunitas muslim. Begitu juga Isu “invasi” tersebut.

Saat ini muncul lagi isu baru, sebuah situs jaring sosial mendanai negera Israel, kemudian muncul isu boikot.  Dari beberap laman yang saya baca, mengenai indikasi ini tidak ada bukti yang pasti, hanya saja pemilik situs jejaring sosial tersebut adalah seorang Yahudi, anggota perkumpulan pendidikan Yahudi, diundang dalam peringatan hari kelahiran negara Israel, dan beberapa diskusi mengenai masalah Palestina di situs tersebut sulit dibuka. Dari sini kemudian berkembang isu untuk memboikot situs jejaring sosial tersebut karena pemiliknya dituduh pro-Israel.

Saya melihat isu pemboikotan ini tidak baik bagi kaum muslim.

Pertama, (setahu saya, hingga saat ini,) isu pemilik situs jejaring sosial itu adalah pendukung (dana) bagi Israel belum terbukti. Empat alasan yang saya lihat di beberapa laman dan telah saya sebutkan di atas belum bisa menjadi bukti. Bukankah dalam Islam, seperti yang telah disebutkan kita harus mempunyai bukti yang jelas dalam menuduh seseorang? Kedua, dari sisi Psikologis, jika si pemilik ternyata tidak mendukung dana bagi negara Israel dan mengetahui bahwa kaum muslimin memboikotnya dengan alasan tidak jelas,  si pemilik akan menjadi antipati dan mungkin saja antipati dengan kaum muslimin. Ketiga, bahaya penurunan integritas kaum muslim jika ternyata tuduhannya salah.

Mungkin akan lain halnya jika memang jelas bahwa pemilik situs jejaring sosial tersebut memang terbukti menyumbangkan dana bagi negara Israel, baru isu boikot bisa dibicarakan. Tetapi jika alasannya tidak jelas (seperti keempat alasan yang telah disebutkan), maka jatuhnya bisa fitnah.

Maka, hendaklah kaum muslim dan semua yang membaca ini apapun agamanya hendaklah lebih tidak menerima dan menyebarkan berita yang tidak jelas. Walaupun di kulit terlihat bagus tetapi sesungguhnya konsekuensinya negatif secara duniawi dan akhirati.

Muslim Jangan Termakan Gosip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s