Arsip untuk Kategori 'Sejarah'

21
Jan
12

Iron Lady: Ironi Seorang Perempuan Baja

Margareth Tetcher (MT) adalah Perdana Menteri Perempuan Pertama yang menjabat di UK dan merupakan Perdana Menteri terlama yang menjabat di masa modern Inggris hingga sekarang. Ia dikenal sebagai Perempuan Baja atau Perempuan Bertangan Besi (Iron Lady) berkait dengan julukan yang diberikan oleh USSR (Sovyet) padanya. Dalam kebijakan politiknya MT memang selalu teguh pada pandangannya dan seolah tidak bisa menerima pendapat orang lain. Ia akan melaksanakan keputusannya dengan teguh meski banyak suara miring menentangnya.

Iron Lady dimulai dari adengan seorang nenek tua yang tertatih membeli susu di toko serba ada dekat rumahnya. Sesampainya di rumah ia berbincang dengan suaminya, yang dalam sekejap mata menghilang dari pandangan. Saya dan mungkin orang lain yang menonton film ini tidak menyangka jika si nenek tersebut adalah MT alias Margareth Tethcher, seorang perempuan yang kuat dan berkuasa di masanya.

Iron Lady tidak menggunakan alur cerita mengalir ke depan, melainkan bolak balik antara masa sekarang dengan masa dulu. Cerita mengalir dari ingatan-ingatan MT yang bolak balik menghampiri pikirannya yang sudah menua. Cerita dan sorotan utama dalam film ini justru adalah masa tua MT yang bergulat dengan kebosanan akan kesendirian, semangat politik yang masih menyala, dan kenangan-kenangan yang menganhampiri baik indah maupun jelek.

Sejarah hidup Maggie, sapaan akrab MT saat ia menjabat Perdana Menteri (PM) UK, menjadi latar pelengkap untuk memberikan kesan yang pas kepada kita akan persaan MT saat ia bergulat dengan jiwanya yang menua.

Kisah MT yang dimulai dari masa gadisnya yang dikekang ambisi menjadi penjelas utama mengenai karakter dasar MT yang tidak pernah berhenti pada satu titik pencapaian dan tidak pernah mau kalah dari lelaki. Kungkungan ambisi yang di”paksakan” oleh ayah menjadi latar yang bagus untuk menjelaskan mengapa MT selalu merasa gugup (menggerak-gerakkan jemrinya) dalam berbagai situasi genting, seolah perlu pegangan. Kebutuhan akan pegangan inilah yang menjadi alasan kemunculan suaminya dalam berbagai kesempatan (sebagai teman khayalan atau delusi?) walaupun sang suami telah wafat.

Hubungan MT dengan anak kembarnya tidak begitu baik dijelaskan dengan apik dalam gambaran ingatannya akan interaksi dengan anaknya di masa kecil mereka maupun masa remaja. Saat MT akan menuju Gedung Parlemen Inggris untuk pertama kalinya karena terpilih sebagai senat, digambarkan MT dengan tegar (tega?) meninggalkan dua buah hatinya yang menangis mengejar mobilnya yang berjalan dingin. Saat putrinya remaja, MT mengajari sang putri cara mengemudi yang kemudian diketahui adalah proses MT untuk memikirkan keputusannya manju sebagai PM. Hal ini sangat membuat marah putrinya tersebut. Dua adegan tersebut cukup terang bagi saya sebagai alasan kesendirian MT di masa tuanya. Memang putrinya, Carol, sering datang tetapi mereka tidak tinggal bersama.

Dua adegan tersebut (MT meninggalkan anaknya yang berlari mengejarnya dan Carol marah karena MT “memanipulasi” kegiatan belajar menyetir Carol) juga sangat menjelaskan kesendirian MT (atau kemandiriannya?) sehingga akhirnya di masa tuanya MT perlu bersandar pada suaminya yang telah wafat.

Gambaran cerita utama tentang masa tua MT yang sepi dan kilatan masa lalunya yang gemilang menjadi gambaran jelas tentang ironi MT. Gemilang di masa lalu tetapi sendiri di masa tua. Dialog-dialog yang dihadirkan di akhir juga menyajikan Ironi MT, untuk apa ia bekerja keras selama ini? Untuk kesejahteraan anak-anaknya? Nyatanya secara psikologis anak-anaknya jauh darinya. Untuk nama besar? Ia memang dikenang tetapi ia tetap sendiri dan hanya berteman gambaran suaminya yang selalu muncul. Gambaran ketergantungannya yang sangat pada suami, bahkan setelah suaminya wafat, menunjukkan ironi MT yang lain, ia seolah sekuat baja, padahal ia juga butuh tempat bersandar seperti manusia lainnya.

Closing song berupa instrumental Ave Maria memberikan kesan bahwa film ini ingin menggambarkan MT sebagai ibu yang menderita, Mater Dolorosa. MT adalah ibu yang berjuang dan menderita. Ia mulia dan dikenal orang, tetapi ia tetap menderita, yaitu kesendirian dan kekosongan yang menyiksa. Wallohu a’lam.

Sekedar tambahan, saat menonton Iron Lady, saya melihat gambaran orang tua yang merasa kesepian dan menyedihkan di sepanjang cerita. Ya, manusia semakin tua semakin merasa kesepian. Oleh karena itu baik jika anak-anak memutuskan tinggal dekat dengan orang tuanya yang telah lanjut usia. Untuk menemani mereka. Hal lain yang saya tangkap adalah gambaran bahwa seorang pejabat publik, terlebih pemimpin besar, akan merasa tersiksa dengan kesendirian mereka di masa tua. Contoh nyatanya di bangsa kita adalah Bung Karno. Ya, sepanjang film sering kali saya teringat Bung Karno. Di akhir masa hidunya, rezim berkuasa mengisolasi Bung Karno dari orang-orang. Hal ini membuatnya merasa sendiri dan tersiksa dengan kesendirian tersebut. Siksa kesendirian inilah yang mempercepat tutup usianya beliau, begitu kata beberapa orang.

BTW: thanks to Dhln yg telah mentraktir :)

30
Apr
11

Kekaisaran Ottoman (Part 5)

Sudah sampai season ke-5, seperti sebuah sinetron kejar tayang idi TV. Setelah semua kegemilangan yang diraih Yavuz Sultan Selim Han, Ottoman beliau akhirnya wafat dengan tiba-tiba. Tetapi tidak ada kerusuhan ataupun perpecahan antara para pengeran (sehzade) mengenai siapa yang akan menggantikan beliau. Adalah Suleyman yang kemudian diangkat menjadi Sultan baru. Semua pangeran menerima pengangkatan tersebut karena mengetahui kemampuan Suleyman dan kepercayaan ayah mereka, Selim, terhadap Suleyman.

Saat Selim naik tahta dan harus berhadapan dengan saudaranya yang memberontak, Suleyman diangkat menjadi wakilnya di Istanbul saat Selim sedang ke luar kota memimpin pertempuran. Ini mungkin adalah isyarat bahwa Suleyman telah ditunjuk menjadi penerus Selim. Untuk itu, Selim sangat memperhatikan pendidikan Suleyman.

Sejak kecil Suleyman telah diasuh dan didik oleh neneknya, Gulbahar Hatun. Saat berusia 7 tahun beliau berangkat ke Istanbul dan menerima pendidikan dari cendikiawan Karakizoglu Hayrettin Hizir Effendi. Beliau belajar sastra, sejarah, ilmu agama, sains, dan ilmu kemiliteran. Setalah itu beliau mengikuti ayahnya ke Trabazon. Pada usia 15 ia hendak mempraktekkan ilmunya dan meminta untuk dijadikan gubernur. Ia lalu dikirim ke Sarki, lalu ke Karahisar, lalu ke Bolu. Akhirnya ia ditempatkan di Kaffa menjadi gubernur di sana. Saat ia menjadi wakil Sultan Selim Han, beliau kemudian diangkat sebagai gubernur Saruhan yang sekarang dikenal sebagai Manisa.

Sebagian orang menyatakan bahwa Suleyman mengagumi Alexander The Great, yang saat itu dalam tradisi Ottoman dikenal sebagai Iskander. Iskander dikatakan menjadi inspirasinya mengembangkan wilayahnya baik di Asia, Afrika, maupun di Eropa.

Walaupun para pangeran tidak ada yang memberontak, tetapi beberapa panglima militer Ottoman melakukan pemberontakan di awal masa kekuasaan Suleyman. Menurut saya ini bagus, menguji apakah Sultan yang baru ini kompeten atau tidak. Ternyata Sultan yang baru ini kompeten dan dengan didukung kekuatan dasar kekaisaran yang telah dibangun ayahnya, Selim, maka pemberontakan tersebut tidak mampu menggoyahkan tahta Suleyman.

Pemberontakan dilakukan oleh gubernur Damaskus (wilayah kekuasaannya hingga ke Mesir), Canbirdi Gazeli, yang mencoba membangkitkan kembali kekuasaan Mameluk. Pemberontakan ini dikalahkan oleh Sehsuvaroglu Ali Bey pada Januari 1521. Setelah pemberontakan dipadamkan, Suleyman mulai mengarahkan perhatiannya pada Eropa. Tepatnya Hungaria yang menjadi lawan utama Ottoman di tanah Eropa. Dan kedua negeri ini sejak masa Fatih Sultan Mehmed belum mencapai perjanjian damai. Bahkan beberapa kali berkonflik. Ditambah lagi, Hungaria membunuh diplomat Ottoman yang dikirimkan Suleyman kepadanya.

Segera pasukan diarahkan ke Belgrade yang gagal ditaklukkan Fatih Sultan Mehmed. Pada Agustus 1521 Belgrade berhasil ditaklukkan setelah dikepung dengan kapal-kapal di Sungai Danube. Bali Pasha kemudian ditahbiskan menjadi Penjaga Belgrade. Jalan ke Eropa telah terbentang. Namun Suleyman mengarahkan perhatiannya pada Knight Hospitaller di Rhodes yang aktivitasnya sering mengganggu kepentingan Ottoman di Laut Tengah (Mediterania). Dengan 400 kapal dan 100.000 pasukan Suleyman melakukan pengepungan terhadap Rhodes, yaitu mengepung pulau tersebut. Pada 1522 Rhodes berhasil ditaklukkan dan Knight Hospitaller diizinkan mengungsi, mereka mengungsi ke Malta.

Hubungan dengan Hungaria memburuk dan sebagai konsekuensi aliansi Ottoman dan Prancis, Suleyman mempersiapkan pasukan kembali ke arah Eropa. Bertemulah kedua pasukan di Mohacs yang berakhir dengan kekalahan pasukan Louis II of Hungary and Bohemia, Raja Hungaria pada 1526.

Sumber: Wikipedia, 700Osmanli, The Ottomans, dll

26
Sep
10

Song of Forefathers

Lagu Mehter yang paling saya sukai adalah Ceddin Deden, yang bisa diartikan “lagu tentang leluhur”. Secara bahasa, ceddin merupakan bahasa Turki yang berarti kakek, dan deden berarti kakek juga, atau mungkin poyang. Jadi tidak begitu keliru jika lagu ini diterjemahkan sebagai Song of Forefathers atau Lagu Tentang Leluhur. Dari segi isinya memang lagu ini menceritakan leluhur Turki atau Ottoman tepatnya yaitu sejak Ertoghrul, Osman Gazi, Orhan Gazi, dan seterusnya, yang merupakan para pemberani.

Berikut lirik lagunya…

“Ceddin, deden, neslin, baban; x2

Hep kahraman Türk milleti.

Orduların, pek çok zaman, vermiştiler dünyaya şan. x2

Türk milleti!, Türk milleti!; x2

Aşk ile sev milliyeti,

Kahret vatan düşmanını, çeksin o mel’un zilleti. x2″

Terjemahan lirik lagu tersebut kurang lebih adalah

“Nenek moyangmu, kakekmu, leluhurmu, ayahmu x2

Bangsa Turki selalu gagah berani.

Prajuritmu berulang kali memperoleh nama harum di seluruh dunia. x2

Oh Bangsaku Turki,  X2

Cintai kemerdekaanmu dengan penuh semangat,

Lawan musuh ibu pertiwi, dan dengan demikian musuh akan  dikutuk menderita kehinaan. x2″

Lagunyapun berbentuk mars yang penuh semangat, coba dengarkan Mehter menampilkan lagu ini bersama dengan Paduan Suara Red Army berikut….

Lagu Meheter memang selalu menyemangati pendengarnya, secara Mehter dahulunya adalah drumband militer yang bertugas menyemangati pasukan Ottoman dan menggentarkan musuh. Selain musiknya yang menyemangati, lirik lagu Mehter juga memberikan semangat pada para pendengarnya, misal pada mars, Ey Sanli Ordu.

Terkadang lirik lagu Mehter juga mengingatkan para pendengarnya tentang sejarah kegemiliangan Turki dan pasukannya, misal Malzgirt Marsi yang mengisahkan tentang kegemilangan Alp Arslan pada Pertempuran Malazgirt (para penggemar Age og Empires II tentu tahu perang ini), atau Pleven Marsi (Osman Pasha Marsi) yang mengisahkan tentang kegemilangan tentara Ottoman di Pertempuran Plevne.

Sumber: Wikipedia, Youtube, Mehter.Com, dll




Kalender Umm Qurra

Dari Mana Anda?

SocialVibe



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.