Arsip untuk Kategori 'Musik'

12
Mei
11

Dar Tamimi Hamad

Judul posting saya ini adalah judul sebuah lagu dari negara Kuwait agaknya. Saya kira begitu karena lagu ini dikeluarkan oleh ScopeTV yang beroperasi di Kuwait.  Lagu ini semacam lagu pujian bagi pemimpin negeri Qatar, yaitu Sang Raja H.H. Hamad bin Khalifah Al Thani. Dalam lagu ini juga terdapat pujian bagi Emir Kuwait, H.H Sabah al-Ahmad bin Jaber al-Sabah. Secara lagu ini dikeluarkan di Kuwait.

Lagu ini mungkin bisa disebut sebuah Ardha, sebuah Ardha persahabatan dari negara tetangga Kuwait kepada Qatar, mungkin begitu tapi saya juga tidak begitu tahu/faham.

Mungkin ada orang yang mencibir dan menyatakan lagu ini palsu dan buatan sang pemimpin sendiri. Tapi itu saya kira gugatan dari orang sirik. Karena secara prestasi saya kira Hamad Bin Khalifah al-Thani cukup baik terbukti dari tidak adanya gejolak dalam negeri di saat negara-negara lain termasuk Bahrain tetangganya bergejolak. Selain itu, klip ini diproduksi oleh Scope TV Kuwait, negara tetangga Qatar dan bukan Qatar sendiri.

Selain itu, saya mencuplik lagu ini karena sedang senang saja dengan berbagai macam Ardha yang bertebaran. Dan saya senang mencarinya di Youtube. Jadi, tidak ada keterkaitan politik ataupun hubungan dengan kerendahan rasa nasionalisme sayaa. Saya tetap cinta Indonesia (walaupun masih palsu :) ). Juga tidak ada pengidolaan yang berelebih terhadap Sheikh Hamad al-Thani ini. Hanyasaja saya memang agak iri dengan rakyat Qatar yang kayaknya lebih makmur :)

Tidak usah berpanjang lebar, inilah lagunya…

Liriknya sudah ada di clip dan secara iseng saya mencoba menerjemahkan lagu ini….

Negeri Hamad at-Tamimi (yaitu Negeri Qatar, Hamad adalah emirnya, Sheikh Hamad bin Khalifah al-Thani; Ditambah at-Tamimi karena memang leluhur keluarga Al-Thani adalah dari Bani Tamim)

Negeri Hamad at-Tamimi…

Salam dan penghormatan dari kami (mayarakat Kuwait) terhadap Negeri Hamad at-Tamimi (yaitu Qatar)

Sheikh (Hamad bin Khalifa al-Thani; Emir Qatar) berusaha dan berfikir untuk menjalankan pemerintahan dengan adil

Setiap orang menyaksikan keadilannya.*

Tamim (Tamim bin Hamad al-Thani; Putra Mahkota Qatar) Sang Putera Mahkota, Simbol Keamanan

Sang Putera Penerus Engkau wahai Hamad (Hamad bin Khalifa al-Thani)

Tamim putera singa, jiwa-jiwa kebanggaan terbaik

Baik ayah maupun anaknya (H.H. Hamad maupun Tamim al-Thani).**

Salam dari kami yang jauh di negara tetangga

(yaitu dari Emir Kuwait) Sabah (H.H. Sabah al-Ahmad bin Jaber al-Sabah/Sabah IV) Sang Benteng Negeri

Dari negeri tetangga, Sabah Sang Benteng Negeri

Kekayaan dan sandaran rakyat, Sabah telah berwasiat

Rakyat dan saya (selalu bersama) selamanya.***

Dari lirik lagu dan dari videonya, saya malah menjadi mengira bahwa ini adalah menunjukkan hubungan baik H.H. Sabah al-Ahmad bin Jaber al-Sabah dengan H.H. Tamim bin Hamad al-Thani atau antara Emir Kuwait dengan Putera Mahkota Qatar. Untuk kepastiannya perlu penelaahan lebih lanjut dari ahli Timur Tengah atau ahli Negara-NegaraTeluk.

Yang jelas, saya menyukai lagu ini dan menurut saya bagus….

Sumber: Youtube, Wikipedia, dan Google Terjemah

30
Apr
11

Ardha: Seni Musik dari Saudi

Berawal dari keisengan saya mencari video prosesi pemahkotaan (coronation) His Majesty The King Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud Khadimul Haramain, saya malah menemukan sebuah seni lagu dan tari tradisional dari Jazirah Arab, tepatnya dari Saudi. Seni tradisional tersebut dinamakan العرضة (bahasa Arab, baca: al’ardhah). Tetapi untuk alih bahasa ke Bahasa Indonesia akan saya sebut sebagai Ardha saja, sesuai dengan ejaan Englisnya yang saya temukan di Wikipedia.

Ardha menurut Urkenvich (2007) adalah sebuah seni musik sekaligus tari tradisional dari Jazirah Arab, tepatnya dari daerah Najd atau Nejed. Najd merupakan daerah yang meliputi daerah Hijaz atau Hejadz di Barat, Yaman di Timur (Yaman sebagai nama geografis bukan entitas politik), wilayah sejarah Bahrain di Timur dan daerah Mesopotamia di Utara.

Raja dari daerah ini yaitu Banu Saud berhasil menguasai sebagian besar Jazirah Arab sehingga tersebarlah kebudayaan Ardha di Jazirah Arab khusunya di negara-negara Teluk yang sangat dipengaruhi Saudi seperti Bahrain, Kuwait, (UEA), dan Qatar. Maka Ardha menjadi semacam kebudayaan Jazirah Arab.

Ardha sebagai musik dan tarian bisa tetap hidup di Kerajaan Saudi Arabia walaupun negara ini dikuasai faham Salafiyah (disebut orang Wahabiyah) yang keras terhadap hukum musik. Hal ini karena Ardha pada dasarnya lebih bersifat militer, yaitu pembangkit semangat daripada hiburan (tetapi semakin ke mari, ardha semakin bergeser menjadi seni dan hiburan). Kedua, ardha identik dengan keluarga kerajaan dan para pangerannya (Urkenvich, 2007).

Salah satu Ardha yang terkenal adalah  نحمد الله جات علي ما تمني. Ardha ini juga dikenal sebagai Ardha as-Su’udiyyah. Atau Ardha Keluarga/Keturunan As-Su’ud. Berikut adalah penyajian Ardha klasik نحمد الله جات علي ما تمني ini yang tariannya dilakukan oleh Raja Bahrain Hamad bin Isa al-Khalifa dengan Khadimul Haramain Raja Saudi Abdullah bin Abdul Aziz al-Saud.

ini adalah syair dari ardha tersebut…

نحمد الله جت على ماتمنى ** من ولي العرش جزل الوهايب
خبر اللي طامع في وطنا ** دونها نثني الى جت طلايب
واجد اللي قبلكم قد تمنى ** حربنا لي راح عايف وتايب
ياهابيل الراي وين انت وانا ** تحسب ان الحرب نهب القرايب
لي مشى البيرق فزيزومه انا ** حن هل العادات واهل الحرايب
كان مانجهل على اللي جهلنا ** ما سكنا الدار يوم الجلايب
ديرة الاسلام حامينه انا ** قاصرين دونها كل شارب

BTW, jika melihat video tersebut ngeri juga. Posisi Sultan di tarian Ardha sangat rentan karena dia dikelilingi orang-orang berpedang. Artinya jika ada orang yang tidak suka kepadanya dalam tarian tersebut bisa saja menyerangnya…, heuheuheu

Sumber: Wikipedia, Youtube, makalah Ardha, dan Darmm.com

30
Apr
11

Group Syamsul Wathan: Ardha an-Najdiyyah

Dari judul tersebut tentu tidak akan jelas tulisan ini akan berbicara tentang apa, karena kata-kata dalam judul tersebut tidak begitu dikenal kecuali “group”. Group tentu saja bermakna kelompok orang, dalam hal ini adalah grup vocal…, hmm, sudah mulai jelas arahnya akan ke musik atau lagu. Ya, memang tulisan ini ingin menshare sebuah lagu yang saya dapat dari Youtube.

Syamsul Wathan adalah kata Bahasa Arab yang berarti “Mentari Negara”. Ini adalah nama grup vocal yang menyayikan lagu yang saya share ini. Sebut grup vocal karena kelompok ini tidak menggunakan alat musik dalam performansinya. Kemungkinan besar dikarenakan faham keagamaan yang dianutnya. Walaupun tanpa alat musik, saya kira karya kelompok ini tetap menawan, setidaknya untuk lagu yang akan saya share ini, Ardhah an-Najdiyyah.

Ardha (العرضة‎) sebenarnya salah satu jenis musik dan tari tradisional Arab. an-Najdiyyah adalah berujuk kepada kata Najd atau Nejed, yaitu sebuah nama daerah di Jazirah Arab sana. Bisa dikatakan Ardha an-Najdiyyah berarti Ardha dari Nejed.

Lagu Ardha an-Najdiyyah dari Syamsul Wathan ini menarik karena menyimpang dari Ardha biasanya. Biasanya Ardha diiringi dengan musik tetabuhan yang keras karena memang Ardha dahulu dimainkan untuk menyemangati dalam perang. Tetapi lagu ini tidak menggunakan alat musik.

Walaupun tanpa alat musik, lagu ini tetap mampu menghadirkan nuansa kegembiraan yang sama dengan Ardha pada umumnya. Bahkan menurut saya, ardha ini menghadirkan nuansa kegembiraan yang lebih dibanding ardhah biasanya. Padahal nadanya sederhana dan cenderung monoton. Tetapi saya tetap tertarik karena memang para penyanyinya memiliki suara yang merdu dan enak didengar. Berikut saya tampilkan lagu Ardha an-Najdiyyah.., silahkan nilai sendiri apakah enak didengar ataukah tidak.

Liriknya kira-kira demikian….
داري يالمدينة يالربوع الخالية
ياأغلى ثرى يالجوهرة يالغاليه
مجدك تعلى النار فات العالية
الممكلة يالله تعز ديارها

يا هاجس الفكرة مع الجمهور هات
وإنظم بيوت الشعر دون مجاملات
وإمدح هذا العوجار رجال الطايلات
آل السعود الله يقر قرارها

للناس لأبو تركي راعي الحكمة المتين
عبدالعزيز اللي له القاسي يلين
دولته سايسها على الدنيا ودين
حكومته في الخوف يأمن جارها

سجل …. في على رمضى النفوذ
لين إستعاد الحكم وأملاك الجدود
عهد على نفسه لنجد إنه يعود
والمملكة وحد جميع أقطارها

خلف أهل البيرق …..
ملوك حق ورجال السلام
خدام دين الله وبيوت الحرام
لفظ الجلالة والرسول شعارها

Untuk artinya saya kurang faham. Dari sedikit kata yang saya pahami, saya kira lagu ini menceritakan kegembiraan menjadi orang Saudi. Dan juga pujian bagi pendiri Saudi Modern, Abdul Aziz Ibnu Saud. Yah, memang lagu ini dicipta dan ditampilkan untuk meningkatkan nasionalisme dan kesatuan rakyat Kerajaan Saudi Arabia (Kingdom Saudi of Arabia, KSA). Sehingga Anda bisa lihat di video tersebutpun gambar yang dominan adalah gambar kebangsaan Saudi.

Suka dengan lagu ini bukan berarti saya tidak nasionalis. Kata guru Pendidikan Kewarganegaraan saya, nasionalisme tidak bisa ditinjau dari selera makan, selera musik, selera berbusana. Tidak bisa ditinjau dari “lebih suka burger atau tempe? dst”. Nah, saat mendengarkan lagu ini saya justru membayangkan, mungkinkah lagi di Indonesia ini diciptakan lagu yang bernada gembira tentang Indonesia, tentang pemimpinnya. Atau adakah lagu tentang penghargaan kepada para Founding Fathers negeri ini? Mudah-mudahan ada tetapi saya belum mendapatkannya karena kalo belum ada… wallohu a’lam.

Sumber: Youtube, Wikipedia, dan Forum Inshad.com




Kalender Umm Qurra

Dari Mana Anda?

SocialVibe



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.