Arsip untuk Kategori 'Islam'

08
Apr
12

8 Kiat Menjadi Guru Profesional

“Berawal dari tes yang gagal saya ikuti :( , tersusunlah artikel ringkas tentang kiat-kiat menjadi guru yang profesional. Karena artikel tidak jadi dikumpulkan :( , tidak ada salahnya jika artikel ini saya bagi dengan improvisasi seperlunya.”

 

Guru adalah peran yang sangat penting dalam peradaban manusia. Guru menjadi pencetak generasi penerus umat manusia. Guru mengajar dengan asal-asalan dan tidak profesional beresiko menghasilkan generasi penerus yang rusak dan selanjutnya akan menghancurkan peradaban masyarakat. Sehingga guru yang profesional mutlak diperlukan.

Selain itu, dari sudut pandang Islam, profesionalisme adalah keharusan bagi tiap profesi dan pengampu amanah. Rasulullah SAW pernah bersabda: “Jika urusan diserahkan pada yang bukan ahlinya, maka tunggulah kehancurannya.”. Maka sebagai muslim, selayaknya kita berusaha profesional dalam setiap urusan termasuk jika kita berprofesi sebagai guru.

Lalu bagaimanakah cara untuk menjadi guru yang profesional? Sebenarnya pertanyaan ini lebih cocok ditujukan kepada para guru yang telah berpengalaman dan diakui integritasnya oleh pemerintah dalam bentuk penghargaan atau oleh masyarakat dalam bentuk pujian. Tetapi karena artikel ini bersifat obligation/wajib, maka saya akan mencoba menjabarkan kiat-kiat menjadi guru yang profesional berdasarkan pengetahuan yang saya miliki. Namun, karena kiat-kiat ini berdasarkan ilmu dan bukan praktek, akan terasa lebih teoritis dan tidak praktis. Saya mohon maaf untuk itu. Adapun kiat-kiat menjadi guru profesional adalah: (1) meluruskan niat; (2) membetulkan motivasi; (3) mempelajari materi ajar tanpa henti; (4) menerapkan materi ajar dalam kehidupan sehari-hari; (5) mempelajari metode mengajar yang efektif (6) mempelajari murid yang diajar; (7) memperhatikan akhlak murid; dan (8) menerapkan 7 kiat tersebut. Penjabarnnya adalah sebagai berikut

1.      Meluruskan Niat

Dalam konsep Islam, niat adalah hal yang penting dalam setiap pekerjaan (amal), apakah itu amal ibadah, amal keseharian, maupun profesi. Rasulullah bersabda: “Amal-amal itu hanya bergantung kepada niatnya dan setiap orang yang beramal hanya akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya” (Riyadhus-Shalihin Bab I Hadits 1). Oleh karena itu, sebagai muslim kita harus meluruskan niat kita, termasuk dalam profesi kita sebagai guru. Niatkan hanya lillahi Ta’ala. Dengan niat yang ikhlas hanya untuk mencari redha-Nya, secara sukarela kita akan berusaha untuk meningkatkan kualitas pengajaran kita. Karena kita yakin bahwa apa yang kita lakukan adalah untuk persembahan kepada Alloh sehingga kita mempersembahkan apa yang terbaik bagi kita.

2.      Membetulkan Motivasi

Motivasi yang paling baik, sepengetahuan saya adalah melakukan sesuatu untuk aktualisasi diri. Secara sederhana, aktualisasi diri dirumuskan dalam kalimat: “do what you love and love what you do” atau “lakukanlah apa yang kamu sukai dan sukailah apa yang kamu lakukan”. Artinya, pekerjaan terbaik yang kita tekuni adalah yang kita sukai. Maka, sebelum memasuki profesi guru ada baiknya kita nilai, apakah kita mencintai kegiatan mengajar dan mendidik. Jika tidak sebaiknya kita tidak berkecimpung di profesi pendidikan.

Tetapi jika kita memang memiliki tekat untuk menjadi seorang guru atau pendidik, atau misalnya kita sudah terlanjur berkecimpung di profesi guru, maka kita bisa berusaha sedikit demi sedikit mencintai kegiatan mendidik dan mengajar tersebut. Para leluhur kita di Jawa meyakini bahwa rasa cinta itu bisa dipelajari. Kata mereka, “Witting tresna jalaran saka kulina atau artinya adalah “Cinta itu datang karena karena sudah terbiasa/mengenal”. Maka kita bisa mulai menari tahu apa keuntungan kegiatan mengajar dan mendidik bagi kita, apa manfaatnya bagi orang lain, kemudian kita berdoa kepada Alloh agar menjadikan kita mencintai kegiatan mengajar. InsyaAlloh dengan usaha, lama kelamaan akan tumbuh rasa cinta pada profesi pendidikan.

Kenapa perlu rasa suka pada profesi guru jika ingin menjadi guru yang profesional? Karena jika kita telah suka pada suatu hal, kita akan sukarela mempersembahkan yang terbaik bagi hal tersebut. Jika kita suka mengajar, kita akan secara sukarela berusaha untuk mengajar dengan baik. Selain itu, jika kita menemukan kesulitan, kita tidak akan mudah patah semangat. Sehingga kita terus melakukan peninggakatan kualitas pengajaran menuju profesionalisme.

3.      Mempelajari Materi Ajar Tanpa Henti

Menjadi guru bukan berarti berhenti dari belajar, terlebih materi yang diajarkan. Sebagai guru kita harus meningkatkan pemahaman dan pengetahuan kita tentang materi yang kita ajarkan. Jika guru paham betul materi ajarnya, ia akan lebih mudah mencari penjelasan yang gamblang tetapi sederhana kepada muridnya. Selain itu guru yang faham betul meteri ajarnya akan mudah mencari perumpamaan-perumpaan nyata untuk mempermudah penjelasannya kepada murid. Murid tentu akan lebih mudah menangkap penjelasan yang sederhana daripada penjelasan yang njelimet.

Selain itu, guru juga harus mengikuti perkembangan-perkembangan terkini tentang materi yang diajarkannya (updating). Updating perkembangan terbaru tentang ilmu yang diajarkan akan meningkatkan dan memperdalam pemahaman guru tentang ilmu tersebut. Pengetahuan yang up to date juga akan menghindarkan guru dari penjelasan yang salah kepada murid. Selain itu, saat murid mencari bahan materi yang diajarkan dari sumber selain guru, misal dari internet atau dari buku, ia tidak akan menemukan penjelasan yang bertentangan dengan penjelasan gurunya.

4.      Menerapkan Materi Ajar Dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengamalkan materi ajar maksudnya adalah menerapkan apa yang diajarkan kepada murid dan esensi ilimu tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari guru. Misal seorang guru yang mengajarkan PPKN, maka dalam kehidupan sehari-harinya guru tersebut harus menerapkan tenggang rasa, naisonalisme, kesadaran akan hak dan kewajiban. Mungkin ada pertanyaaan, lalu bagaimana dengan guru yang mengajarkan matematika? Yang perlu ia terapkan, selain melakukan penghitungan yang benar, juga mengenai cara berfikir matematis yang rasional, cara memecahkan masalah yang dalam matematika menggunakan jalan tertentu dengan runut dan terukur, dll.

Ilmu yang diamalkan dalam kehidupan sehari-hari akan melekat pada diri orang yang mengamalkannya tersebut, dalam istilah orang Jawa disebut ngelmu. Selain itu, penerapan ini juga akan menambah luas pemahaman dan kecintaan diri kepada ilmu yang diajarkan. Dengan kecintaan pada ilmu, guru akan secara senang menjelaskan ilmunya kepada murid dengan metode terbaik. Pemahaman yang luas akan sangat membantu guru dalam menjelaskan ilmu yang diajarkannya kepada murid. Selain itu, pengalaman dalam kehidupan sehari-hari akan menjadi contoh nyata bagi murid dan contoh adalah pola pengajaran yang paling baik.

5.      Mempelajari Metode Mengajar Yang Efektif

Para ahli pendidikan telah menemukan dan mengemukakan berbagai metode pengajaran yang efektif. Metode pengajaran yang baik ini tidak hanya terbatas pada metode pengajaran di dalam kelas, tetapi juga cara menjelaskan yang efektif (face to face), cara menjawab pertanyaan murid dengan efektif, cara mengoreksi kesalahan yang efektif, dll. Seorang guru yang ingin menjadi profesional tentulah perlu untuk mempelajari metode-metode ini dan menerapkannya di dalam kelasnya atau dalam situasi lain saat mengajar kepada murid-muridnya. Cara mengajar, mengatur situasi kelas, mengoreksi yang efektif, dll telah banyak dibahas di bidang ilmu Psikologi Pendidikan dan banyak buku atau artikel yang beredar tentang hal tersebut.

6.      Mempelajari Murid Yang Diajar

Selain perlu mempelajari metode ajar yang baik, guru juga perlu mempejari aspek-aspek murid yang ia ajar. Pengenalan murid ini baik secara umum maupun secara individu/personal. Misal, seorang guru yang mengajar anak-anak remaja perlu tau semua aspek psikologis remaja secara umum, selain itu ia juga perlu mengenal karakter dan sifat masing-masing murid yang ia didik. Pengenalan ini akan lebih memudahkan guru dalam memilih metode interaksi, metode penjelasan, metode menjawab, saat ia berhadapan dengan muridnya. Selain itu, pengenalan ini akan lebih memudahkan guru dalam mengimproviasi teori metode mengajar efektif yang mungkin kurang cocok diterapkan pada muridnya dan ia bisa menemukan metode yang lebih efektif untuk mengajar murid-murinya.

7.      Memperhatikan Akhlak Murid

Ilmu tanpa moral adalah buta. Pendidikan yang tidak mengindahkan akhlak peserta didik akan menghasilkan generasi penerus yang berpotensi menghancurkan peradaban masyarakat. Generasi yang suka minteri atau orang pintar yang membodohi orang lain untuk kepentingannya sendiri juga lahir dari pendidikan yang hanya mementingkan prestasi tanpa mengindahkan akhlak peserta didik. Maka, sebagai pendidik, guru perlu memperhatikan akhlak peserta didiknya. Tidak perduli materi ajarnya, apakah guru matematika, sejarah, fisika, guru tetap harus memperhatikan akhlak muridnya.

Selain itu, guru tidak hanya bertanggung jawab untuk menyampaikan materi ajar semata. Guru, jika ingin disebut profesional juga bertanggung jawab tentang  kualitas penangkapan materi ajar oleh murid atau tingkat pemahaman murid. Imam Waqi’, guru Imam Syafi’i, rahimahumalloh mengajarkan Imam Syafi’i bahwa ilmu adalah cahaya Alloh yang tidak akan dianugerahkan kepada pelaku maksiat. Artinya, orang yang berakhlak jelek tidak akan mendapatkan ilmu dengan sempurna. Ia mungkin mendapatkan pengetahuan tetapi ia tidak akan menangkap esensi ilmu yang dipelajarinya. Oleh karena itu penting bagi guru untuk memperhatikan akhlak muridnya. Memperhatikan tidak hanya mengawasi tetapi juga mendidikkan akhlak terpuji dan membetulkan jika terdapat akhlak tidak terpuji.

8.      Menerapkan 7 Kiat di Atas

Langkah terkahir dan paling penting adalah menerapkan 7 kiat tersebut di atas setiap hari. Ilmu tanpa amal/penerapan seperti pohon tanpa buah, artinya kita tidak akan mendapatkan manfaat dari ilmu tersebut. Maka, setelah mengetahui kiat-kiat tersebut, kita harus segera menerapkannya. Mungkin di awal-awal kita akan merasa susah dan canggung. Mungkin juga saat awal menerapkan kiat tersebut kita akan melakukan berberapa kesalahan. Itu biasa sebagai proses belajar. Setelah terbiasa melakukan kiat-kita tersebut, insyaAlloh akan dirasakan manfaatnya. Amin

Wallohu a’lam bishshawwab.

30
Apr
11

Kekaisaran Ottoman (Part 5)

Sudah sampai season ke-5, seperti sebuah sinetron kejar tayang idi TV. Setelah semua kegemilangan yang diraih Yavuz Sultan Selim Han, Ottoman beliau akhirnya wafat dengan tiba-tiba. Tetapi tidak ada kerusuhan ataupun perpecahan antara para pengeran (sehzade) mengenai siapa yang akan menggantikan beliau. Adalah Suleyman yang kemudian diangkat menjadi Sultan baru. Semua pangeran menerima pengangkatan tersebut karena mengetahui kemampuan Suleyman dan kepercayaan ayah mereka, Selim, terhadap Suleyman.

Saat Selim naik tahta dan harus berhadapan dengan saudaranya yang memberontak, Suleyman diangkat menjadi wakilnya di Istanbul saat Selim sedang ke luar kota memimpin pertempuran. Ini mungkin adalah isyarat bahwa Suleyman telah ditunjuk menjadi penerus Selim. Untuk itu, Selim sangat memperhatikan pendidikan Suleyman.

Sejak kecil Suleyman telah diasuh dan didik oleh neneknya, Gulbahar Hatun. Saat berusia 7 tahun beliau berangkat ke Istanbul dan menerima pendidikan dari cendikiawan Karakizoglu Hayrettin Hizir Effendi. Beliau belajar sastra, sejarah, ilmu agama, sains, dan ilmu kemiliteran. Setalah itu beliau mengikuti ayahnya ke Trabazon. Pada usia 15 ia hendak mempraktekkan ilmunya dan meminta untuk dijadikan gubernur. Ia lalu dikirim ke Sarki, lalu ke Karahisar, lalu ke Bolu. Akhirnya ia ditempatkan di Kaffa menjadi gubernur di sana. Saat ia menjadi wakil Sultan Selim Han, beliau kemudian diangkat sebagai gubernur Saruhan yang sekarang dikenal sebagai Manisa.

Sebagian orang menyatakan bahwa Suleyman mengagumi Alexander The Great, yang saat itu dalam tradisi Ottoman dikenal sebagai Iskander. Iskander dikatakan menjadi inspirasinya mengembangkan wilayahnya baik di Asia, Afrika, maupun di Eropa.

Walaupun para pangeran tidak ada yang memberontak, tetapi beberapa panglima militer Ottoman melakukan pemberontakan di awal masa kekuasaan Suleyman. Menurut saya ini bagus, menguji apakah Sultan yang baru ini kompeten atau tidak. Ternyata Sultan yang baru ini kompeten dan dengan didukung kekuatan dasar kekaisaran yang telah dibangun ayahnya, Selim, maka pemberontakan tersebut tidak mampu menggoyahkan tahta Suleyman.

Pemberontakan dilakukan oleh gubernur Damaskus (wilayah kekuasaannya hingga ke Mesir), Canbirdi Gazeli, yang mencoba membangkitkan kembali kekuasaan Mameluk. Pemberontakan ini dikalahkan oleh Sehsuvaroglu Ali Bey pada Januari 1521. Setelah pemberontakan dipadamkan, Suleyman mulai mengarahkan perhatiannya pada Eropa. Tepatnya Hungaria yang menjadi lawan utama Ottoman di tanah Eropa. Dan kedua negeri ini sejak masa Fatih Sultan Mehmed belum mencapai perjanjian damai. Bahkan beberapa kali berkonflik. Ditambah lagi, Hungaria membunuh diplomat Ottoman yang dikirimkan Suleyman kepadanya.

Segera pasukan diarahkan ke Belgrade yang gagal ditaklukkan Fatih Sultan Mehmed. Pada Agustus 1521 Belgrade berhasil ditaklukkan setelah dikepung dengan kapal-kapal di Sungai Danube. Bali Pasha kemudian ditahbiskan menjadi Penjaga Belgrade. Jalan ke Eropa telah terbentang. Namun Suleyman mengarahkan perhatiannya pada Knight Hospitaller di Rhodes yang aktivitasnya sering mengganggu kepentingan Ottoman di Laut Tengah (Mediterania). Dengan 400 kapal dan 100.000 pasukan Suleyman melakukan pengepungan terhadap Rhodes, yaitu mengepung pulau tersebut. Pada 1522 Rhodes berhasil ditaklukkan dan Knight Hospitaller diizinkan mengungsi, mereka mengungsi ke Malta.

Hubungan dengan Hungaria memburuk dan sebagai konsekuensi aliansi Ottoman dan Prancis, Suleyman mempersiapkan pasukan kembali ke arah Eropa. Bertemulah kedua pasukan di Mohacs yang berakhir dengan kekalahan pasukan Louis II of Hungary and Bohemia, Raja Hungaria pada 1526.

Sumber: Wikipedia, 700Osmanli, The Ottomans, dll

21
Jan
11

Teşekkür Ederim Allah’ım (Thank You Very Much O Allah…)

Tidak sengaja mendapatkan video Tesekkur Ederim Allahim 2, dinyanyikan oleh grup vocal Minik Dualar (Pendoa Cilik) dari Turki. MasyaAlloh, tidak kuat untuk tidak membaginya. Sehingga saya share saja di blog dan di social network saya yang lain. Lagunya sendu dan pertama mendengar membuat saya menangis, mungkin karena banyak dosa dan sudah kabur dari cinta Alloh :p. Ini clipnya…

Musiknya sangat indah (ah memang musik klasik Turki indah-indah) dan liriknyapun saya rasa indah. Terutama pada kalimat “Tesekkur ederim Allahim, seni cok seviyorum Allahim. Terimakasih banyak duhai Alloh, diriku sungguh mencintai Engkau O Allah..”. Saya rasa lagu ini cocok kalo ada yang suka berdzikir pake lagu, yaitu dari kalangan sufi. Setelah saya pikir kembali, memang wajar lagu relegius ini cocok digunakan dalam zikir karena kesufian kuat berakar di Turki. Bahkan sufi besar yang dikenal seluruh dunia Maulana Jalaluddin Rumi atau yang sering disebut Rumi atau juga Mevlana di Turki adalah berasal dari tanah Turki di awal-awal pembentukkan Dinasti Ottoman.

Balik lagi ke lagu ini. Setelah saya cari lyricnya di internet, saya tidak menemukan liriknya dan justru menemukan informasi tentang pemusik cilik yang menamakan diri mereka Minik Dualar ini. Kelompok ini dimulai pada 2005 oleh pemusik Ertugrul Erkişi yang mengumpulkan 15 orang anak untuk bergabung di dalamnya, yaitu Şeyda Nur Yavaş, Akanda Taştekin, Aleyna Perk, Bilal Gül, Dilara Açıkgöz, Elif Nur Burucu, Esra Fatma Baloğlu, Gökhan Güllü, Hanzade Sena Bolat, Hüdalfa Taştekin, Kübra Yeşildağ, Mert Kırımgeri, Nergis Yavuz, Ömer Faruk Demirbaş, Saide Arslan, Tuğçe Bıyıklı, Yalın Aksöz, dan Yusuf Karaoğlu.

Grup ini telah mengeluarkan tiga album, Teşekkür Ederim Allah’ım dan versi Englishnya, Thank You Very Much O Allah, dan Teşekkür Ederim Allah’ım 2. Album Teşekkür Ederim Allah’ım termasuk laris sehingga dibuatkan versi Englishnya. Ternyata lagu Teşekkür Ederim Allah’ım 2 yang saya dengarkan tadi berasal dari Album Teşekkür Ederim Allah’ım 2. Sedangkan di album Teşekkür Ederim Allah’ım terdapat lagu Teşekkür Ederim Allah’ım versi awal. Saya mendapatkan klip versi English dari lagu tersebut yang menjadi Thank You Very Much O Allah. Ternyata lagunya juga bagus dan…., pokoknya baguslah untuk dinikmati.

Sumber: Youtube dan Wikipedia.




Kalender Umm Qurra

Dari Mana Anda?

SocialVibe



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.